oleh

Jurnalis Jadi Korban Amukan Massa Pembakar Kafe Bernuansa Alam

KABARMADURA.ID, Pamekasan – Aksi penolakan keberadaan kedai lantaran khawatir mengundang maksiat, juga membuat seorang jurnalis bernama Fathor Rusi terluka. Sebagian massa yang menutup paksa kedai itu, mengamuk seorang jurnalis televisi tersebut.

Fathor Rusi yang juga jurnalis media televisi Indosiar itu hendak mengambil gambar kobaran api, namun justru dihadang massa. Namun dia tetap berusaha mengambil gambar. Saat proses pengambilan gambar, tiba-tiba seorang yang mengaku bagian dari pengunjuk rasa mendekatinya dan membentak sambil berusaha merampas kameranya.

Rusi mencoba menjelaskan bahwa dirinya wartawan yang sedang bertugas,tapi penjelasan itu diabaikan  dan tangannya ditarik kasar dengan maksud merampas kameranya. Sekitar lima orang juga datang dan berupaya menarik tangan dan bajunya. Bahkan ada yang menjambak rambutnya dari belakang serta memukul lehernya.

Dua orang anggota Polsek dan Koramil Palenggaan berusaha mengamankan Rusi, tapi kelima orang pengunjuk rasa tetap berusaha merampas kamera dan menendang bagian perutnya.Melihat kondisi itu, sejumlah jurnalis dan petugas keamanan mengamankan reporter senior itu ke sebuah tempat yang aman.

Seorang pengunjuk rasa mendekati dan meminta kartu pers Rusi, tapi tidak dipenuhinya karena kawatir kartu pers tersebut dirampas.

Atas kejadian yang menimpanya itu, Rusi berniat menempuh jalur hukum. Sebab menurutnya, dirinya sedang di bawah tugas untuk meliput kejadian tersebut. Rusi mengaku, meski dirinya tidak mengetahui identitas pelaku, namun dirinya memiliki rekaman gambar pelaku.

“Insyaallah akan saya tempuh melalui jalur hukum, karena orang yang provokatornya itu terekam di kamera saya,” ujarnya.

Diketahui, unjuk rasa sekelompok warga di Desa Larangan Badung, Kecamatan Palengaan, Senin (5/10/2020), berbuntut pada pembakaran kedai bertema alambernama Kafe Bukit Bintang.

Mereka menolakkeberadaan kedai itu lantarankhawatir mengundang maksiat.Massa dari unsur warga dan santri itu kemudian menutup paksa kedai tersebut. Sayangnya, pergerakan massa tidak terkendali dan membakar kedai tersebut. (ali/waw)

Komentar

News Feed