Jurnalis KM Tingkatkan Wawasan Kebangsaan Siswa SMA Maarif

  • Whatsapp
(KM/ ALI WAFA) REGENERASI: Ali Wafa, Jurnalis Kabar Madura saat mengisi materi pelatihan publik speaking pada latihan dasar kepemimpinan (LDK) di SMA Maarif 1 Pamekasan.

Kabarmadura.id-Bersama Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS) Sekolah Menengah Atas (SMA) Maarif 1 Pamekasan, jurnalis muda Harian Pagi Kabar Madura, memberikan suntikan semangat berdialog siswa dalam Latihan Dasar Kepemimpinan (LDK) di Aula Utama SMA Maarif 1 Pamekasan, Sabtu (29/2/2020) lalu.

Kegiatan yang berlangsung selama dua hari tersebut, mengandung sejumlah materi edukatif tentang pengembangan skill dan bakat, dan juga tentang wawasan kebangsaan dan keagamaan.

Ali Wafa jurnalis muda Harian Pagi Kabar Madura, secara khusus diundang untuk memberikan pelatihan publik speaking, serta berbagi ilmu dan pengalaman tentang wawasan kebangsaan dengan pengurus OSIS SMA Maarif 1 Pamekasan.

Dalam kegiatan tersebut, Ali Wafa mengatakan kepada seluruh siswa, bahwa kemampuan berbicara atau komunikasi sangatlah penting. Sebab menurutnya, semua orang bisa berbicara, akan tetapi tidak semua orang bisa menjadi pembicara dengan baik.

Selain itu aktivis Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) tersebut mengatakan, banyak masalah yang dapat terselesaikan dengan komunikasi, tapi banyak juga sejumlah masalah yang disebabkan oleh kesalahan komunikasi.

“Bicara itu bisa menggerakkan orang, menjadi public speaker itu penting sekali, apapun pekerjaannya, karena dimanapun kita bekerja, apapun bidang kita, selalu ada keperluan untuk berbicara di depan public,” ucap peraih The Best Speaker Kompetisi Debat Mahasiswa Indonesia (KDMI) tingkat provinsi tersebut.

Sementara itu, Pembina OSIS SMA Maarif 1 Pamekasan Titin Maimunah mengaku, dirinya sangat senang bisa menggelar LDK dan bisa mendatangkan seorang jurnalis dari media besar sekaliber Kabar Madura, untuk memberikan wawasan kepada pengurus OSIS binaannya, sebab baginya, siswa tersebut merupakan generasi emas yang perlu dirawat dan dibesarkan.

“Mereka adalah generasi emas yang perlu dirawat dan dibesarkan, sebab di tangan merekalah nasib bangsa Indonesia kedepan berada, jika tidak dirawat dengan baik mereka justru bisa menjadi penjahat bagi bangsa ini, dan saya tidak mau itu terjadi,” ucap alumnus Universitas Islam Madura tersebut. (km53/pin)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *