oleh

Jurnalis Perempuan Sayangkan Media Tidak Sensitif Gender

Kabarmadura.id/SURABAYA-Kasus prostitusi yang melibatkan artis ibukota Vanesa Angel (VA) mendapat sorotan dari Ketua Umum Forum Jurnalis Perempuan Indonesia (FJPI) Uli Lubis. Menurutnya, pemberitaan mengenai kasus tersebut tidak sensitif gender. Padahal menurut Uli sendiri, hal tersebut harus dimiliki oleh seorang jurnalis.

“Semisal dalam kasus tersebut VA ini padahal statusnya belum ditetapkan oleh polisi. Namun media telah mengekspoitasi selebriti ini,” katanya, Kamis (7/11).

Menurut Uli sendiri, banyak media yang gagal mengartikan sensitif gender. Dirinya juga melihat bahwa media sekarang kurang responsif pada gender. Padahal menurut Uli, seharusnya harus ada asas praduga tidak bersalah dan tidak mengekspos namanya terlebih dahulu.

“Termasuk media saya juga gagal menerapkan sensitif gender ketika menulis,” ujarnya.

Lebih lanjut Uli menyampaikan, dirinya melihat banyak media yang belum dibekali dengan materi tersebut. Hal ini berdasarkan pada hasil survei yang dilakukan RCTI dan survei lainnya.

“Di newsroom media kebanyakan didominasi oleh jurnalis laki-laki. Terkadang ketika rapat redaksi, jurnalis perempuan enggan untuk menyampaikan mengenai gerakan responsif gender,” jelasnya.

Sementara itu, pakar gender Sri Wahyuni menilai, media massa dan perusahaan-perusahaan lainnya memang tidak menerapkan kesetaraan gender pada karyawan perempuannya. Di mana dirinya melihat, banyak perusahaan-perusahaan yang tidak memberikan hak yang sama pada pekerja perempuan. Sementara, pekerjaan mereka disamakan dengan laki-laki.

“Sebenarnya KPPA ini harus masuk ke perusahaan-perusahaan agar tidak ada diskriminasi pada pekerja perempuan,” tandasnya. (ina/pai)

Komentar

News Feed