oleh

Kabar Baik, Harga Tembakau di Pamekasan Mulai Sentuh BEP

Kabarmadura.id/Pamekasan-Pada tahun 2019 harga tembakau di Kabupaten Pamekasan mengecewakan para petani, karena harga tembakau tidak sesuai harapan petani. Begitu juga pada pada tahun 2020, dimana harga tembakau dinilai masih terlalu mengecewakan petani.

Kekecewaan atas rendahnya harga tembakau juga dirasakan oleh Khairul Anam. Petani asal Pakong itu menyampaikan, pada tahun 2018 harga tembakau tembus di angka Rp40.000 sampai Rp60.000 per kilogram.

Namun hal itu tidak kembali terulang pada musim tembakau kali ini. Sebab harga tembakau cenderung terjun bebas dari harga jual pada dua tahun lalu.

“Kemarin (Agustus,red) harga tembakau masih sangat murah hanya Rp20.000 sampai Rp27.000 per kilogram,” ungkapnya, Jum’at (11/9/2020).

Namun pada September ini, tambah Khairul Anam, harga tembakau mulai mengalami kenaikan. Kenaikan itu sudah berada di kisaran Rp35.000, bahkan bisa melebihi harga Rp40.000 per kilogram, tentunya harga itu ditentukan oleh kualitas tembakau.

“Alhamdulillah mulai ada harapan harga tembakau tinggi,” yakinnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Pamekasan Achmad Sjaifudin membenarkan, bahwa harga tembakau
berada di kisaran Rp35.000 sampai Rp45.000 per kilogram. Hal itu menandakan bahwa harga tembakau di wilayahnya mulai berada di kisaran break even point (BEP) yang telah ditetapkan pemerintah.

“Harga akan tetap kami pantau, sehingga harga tembakau benar-benar berada di atas BEP,” tegasnya.

Sementara itu, Ketua Asosiasi Petani Tembakau Indonesia (APTI) Kabupaten Pamekasan Samukrah menyampaikan, dirinya menyambut baik kenaikan harga tembakau yang mulai berada di kisaran BEP. Dia meyakini, jika harga tetap stabil, petani tidak akan terlalu kecewa atas rendahnya harga tembakau di awal musim panen.

Dirinya mengaku terus melakukan advokasi dan pengawasan terhadap tata niaga tembakau. Hasilnya, sejak awal September lalu, beberapa gudang mulai meningkatkan harga beli.

Diantaranya Gudang Garam yang mulai membeli tembakau dengan harga Rp40.000 per kilogram. Kemudian PT Djarum yang membeli di atas harga pabrikan lain mencapai Rp42.000 per kilogram.

“Dengan seperti itu jerih payah petani akan merasa dihargai. Semoga harga ini juga akan semakin naik, sehingga berada di atas BEP,” tutupnya. (mukhtar/pin)

Komentar

News Feed