Kabar Gembira, Pasien Nomor 3 Dinyatakan Sembuh Setelah 4 Kali Swab

  • Whatsapp
(FOTO: KM/FA'IN NADOFATUL M.) RUANG RAWAT: Gedung yang dijadikan ruang perawatan pasien covid-19 di RSUD Syamrabu Bangkalan

Kabarmadura.id/Bangkalan-Kabar gembira kembali datang dari pasien Covid-19 di Bangkalan. Setelah pasien nomor 7 asal Kecamatan Arosbaya diperbolehkan pulang Senin (11/5/2020), pasien nomor 3 bernama dr. Ummi Astuti asal Klampis juga dinyatakan sembuh. Istri dr. Zainal ini telah dipulangkan oleh pihak Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Syarifa Rambani Ratu Ebuh (Syamrabu) Bangkalan, Selasa (12/5/2020).

Menurut Humas Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Bangkalan Agus Zein, pasien tertular berawal dari mengikuti pelatihan petugas haji di Asrama Haji Surabaya tanggal 8 – 19 Maret 2020 lalu.

Bacaan Lainnya

Ada empat peserta termasuk dr Ummi Astuti dinyatakan reaktif covid-19 dan 10 peserta dinyatakan Pasien Dalam Pengawasan (PDP) Dinas Kesehatan (Dinkes) Bangkalan. Akhirnya, tim gugus yakni dari Dinkes Bangkalan langsung melakukan telusur terhadap semua peserta pelatihan.

“Tanggal 4 April 2020 dr Ummi Astuti menjalani pemeriksaan rapid tes di RSUD Syamrabu Bangkalan dengan hasil reaktif. Sehingga diwajibkan melakukan isolasi mandiri,” katanya.

Namun, pada tanggal 6 April 2020 pasien Covid-19 tersebut  melakukan pemeriksaan swab atau PCR di RS Unair Surabaya secara mandiri. Diketahui, tanggal 10 April 2020, hasil pemeriksaan swab keluar dan dinyatakan terinfeksi Covid-19. Sehingga, tim gugus tugas langsung menjemputnya pada malam hari jam 23.30 langsung dirujuk ke RSUD Syamrabu Bangkalan.

“Tanggal 28 April 2020 hasil swab ke 2 post therapy masih positif. Kemudian swab lagi tanggal 30 April 2020 swab ke-3 post therapy dinyatakan negatif,” terangnya.

Swab evaluasi yang dilakukan oleh RSUD Syamrabu Bangkalan tersebut dipastikan kembali dengan melakukan hal sama, yakni tanggal 11 Mei 2020 swab ke-4. Pada swab ke-4 ini hasilnya dinyatakan non-reaktif atau bersih dari Covid-19.

“Hari ini Selasa, 12 Mei 2020 dr Ummi Astuti asal Klampis dinyatakan sembuh dan diperbolehkan pulang,” paparnya.

Menurut Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 RSUD Syamrabu Bangkalan dr Catur Budi, hasil swab evaluasi atau swab terakhir dr Astuti dinyatakan non-reaktif. Akhirnya, ia diperbolehkan beraktivitas kembali di ruamahnya di Kecamatan Klampis.

“Swab ke-2 masih dinyatakan reaktif hasilnya, akhirnya kami rawat lagi dan swab lagi. Swab yang ke-3 dan 4 ini sudah bersih dari Covid-19,” ungkapnya.

Dokter spesialis paru-paru ini menuturkan, saat ini dari 20 pasien yang reaktif Covid-19,  4 orang sudah dinyatakan sembuh, 3 pasien lainnya dirawat di rumah sakit Surabaya dan kini masih tersisa 13 orang yang masih di rawat di RSUD Bangkalan.

“Dari 13 pasien ini ada yang masih baru masuk, tunggu terapi dulu baru swab,” pungkasnya. (ina/pai)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *