Kabar Gembira, Urus SKTM di Pamekasan Cukup Lewat Pesan WhatsApp


Kabar Gembira, Urus SKTM di Pamekasan Cukup Lewat Pesan WhatsApp
(M.ARIF/KM.ID) INOVATIF: Pelayanan baru Pemkab Pamekasan di bidang kesehatan,pembiayaan pelayanan kesehatan bagi masyarakat miskin (Biakes Maskin).

KM.ID I PAMEKASAN – Pemerintah Kabupaten Pamekasan terus berikhtiar memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat, termasuk dalam bidang kesehatan.

Untuk mempermudah masyarakat tidak mampu mendapatkan pembiayaan pelayanan kesehatan bagi masyarakat miskin (Biakes Maskin) dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur, Dinas Kesehatan (Dinkes) Pamekasan menyiapkan inovasi baru.

Yaitu, pengajuan SKTM cukup melalui pesan WhatsApp Pamekasan Call Care (PCC) dengan melampirkan persyaratan yang dibutuhkan.

Kepala Bidang (Kabid) Pelayanan Kesehatan Dinkes Pamekasan Amir Chamdani menyampaikan, inovasi itu guna mempermudah pasien dalam mengurus surat keterangan tidak mampu (SKTM) di Dinkes Pamekasan.

“Setelah lampiran lengkap, selanjutnya akan diproses," ujarnya, Jumat (2/8/2022).

Tidak hanya itu, lanjut Amir, petugas akan mengantarkan SKTM tersebut kepada rumah sakit rujukan atau langsung ke pasien bersangkutan.

"SKTM akan kami antar ke Rumah Sakit Mohammad Noer sebagai rumah sakit rujukan di Pamekasan. Jadi keluarga tidak perlu repot-repot ngurus lagi,” tegasnya.

Inovasi ini dinilai akan sangat membantu keluarga pasien. Sebab, menurut Amir, selama ini keluarga pasien kerap kali kebingungan ketika hendak mengurus SKTM.

“Simpan saja nomor WhatsApp PCC. Hubungi kalau sedang membutuhkan,” imbuh Amir.

Dia juga menjelaskan, persyaratan mengurus SKTM melalui program tersebut sangat mudah. Yakni, yang bersangkutan cukup masuk dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS).

Program inovatif ini akan diluncurkan pada pertengahan September 2022 mendatang. Amir mengungkapkan, saat ini pihaknya sedang mempersiapkan segala kebutuhan agar pelayanan benar-benar maksimal.

“Ini dibuat sebagai bentuk perbaikan pelayanan pengurusan SKTM yang sebelumnya harus datang ke Dinkes Pamekasan di lantai tiga,” ucapnya.

Dalam peraturan terbaru, sejak Juli 2022, orang sakit yang menggunakan SKTM harus melengkapi semua persyaratannya terlebih dahulu sebelum masuk rumah sakit. Hal itu berbeda dengan tahun sebelumnya yang dapat diurus ketika pasien sudah berada di rumah sakit.

"Makanya agar tidak repot, jauh-jauh hari harus mempersiapkan diri. Misalnya, ibu hamil di usia kandungan tujuh bulan, silakan segera mengurus SKTM. Sehingga ketika persalinan tidak sibuk mengurus itu," tukasnya.

Reporter: M. Arif

Redaktur: Sule Sulaiman