Kabar Perpanjangan PPKM Darurat Tidak Valid, tapi Agenda Kepolisian Sampai 2 Agustus

  • Whatsapp
(FOTO: KM/FA'IN NADOFATUL M.) DISIPLIN: Ruas jalan di Alun-Alun Bangkalan yang disekat penegak disiplin untuk mencegah mobilitas tinggi.

KABARMADURA.ID – Kabar mengenai pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) darurat akan diperpanjang hingga 2 Agustus 2021, membuat masyarakat gundah. Namun Kapolres Bangkalan AKBP Alith Alarino menilai,  hal itu adalah informasi yang belum bisa dipertanggungjawabkan. Dia sangat yakin, karena belum ada instruksi dari Polda Jatim.

Ditegaskan, PPKM darurat masih sesuai dengan rencana awal, jika tidak ada perubahan, akan berakhir 20 Juli 2021.

Bacaan Lainnya

“Tapi kepolisian di seluruh Jawa dan Bali masih melaksanakan kegiatan Operasi Aman Nusa II sampai akhir bulan atau 2 Agustus nanti,” ungkapnya, Kamis (15/7/2021).

Kegiatan tersebut merupakan Operasi Aman Nusa II. Yakni operasi pencegahan penularan kasus Covid-19. Mulai dari memastikan ketersediaan dan kelangkaan obat, oksigen maupun kegiatan operasi yustisi. Mengenai kemungkinan ada kegiatan lain atau lanjutan PPKM darurat, pihaknya masih menunggu instruksi lebih lanjut dari Menteri Dalam Negeri.

“Karena biasanya, usai kegiatan akan ada instruksi lebih lanjut mengenai teknisnya,” jelas pria asal Surabaya itu.

Untuk itu, dia meminta masyarakat untuk tenang dan tidak panik menanggapi informasi perpanjangan PPKM darurat tersebut.

Kapolres yang baru sebulan bertugas di Bangkalan itu mengimbau, jika menerima informasi atau berita mengenai PPKM darurat, bisa ditanyakan langsung, baik ke tim Satgas Covid-19 Bangkalan dan pihak kompeten lain seperti pemkab, kodim dan kepolisian.

“Alhamdulillah saat ini Bangkalan belum ada kelangkaan obat dan oksigen. Hanya pendistribusiannya saja yang telat. Karena memang semua daerah sedang butuh itu, tapi di Bangkalan insyaallah tidak ada kelangkaan,” tuturnya setelah meninjau produsen oksigen dan pantauannya untuk memastikan stok obat beberapa waktu lalu.

Hal senada disampaikan Bupati Bangkalan Abdul Latif Amin Imron. Dia memastikan bahwa PPKM darurat akan berakhir 20 Juli. Satgas Covid-19 Bangkalan belum menerima perpanjangan PPKM darurat dan masih menunggu arahan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) dan Pemerintah Provinsi Jawa Timur.

“Terkait PPKM darurat kembali ke masyarakat, kami belum bisa memastikan apakah akan diperpanjang atau tidak. Kalaupun diperpanjang, masyarakat harus juga membantu pemerintah memutus mata rantai penyebaran dengan disiplin terkait aturan PPKM darurat ini,” pungkas mantan wakil ketua DPRD Bangkalan itu.

PPKM darurat Covid-19 di Sumenep masih berlangsung. Razia pengawasan protokol kesehatan dan penyekatan di berbagai titik menuju tempat keramaian masih terjadi.

Soal informasi yang beredar di media sosial tentang perpanjangan PPKM darurat, Wakil Sekertaris Tim Gugus Tugas Covid-19 Sumenep Abd Rahman Riadi mengaku belum menerima edaran resmi. Artinya, masa berlakunya masih sesuai edaran awal, yakni dari 3-20 Juli nanti.

Pihaknya mengaku tidak ingin berspekulasi banyak terkait kabar tersebut. Sebab, yang berweanang menentukan perpanjagan PPKM darurat dalah pemerntah pusat, yakni intruksi Kementerian Dalam Negeri.

Rahman juga meminta masyarakat tenang. Semua pihak diharapkan memanamkan sikap optimis bahwa pandemi ini bisa segera tuntas.

“Jelas mendagri itu mengamanatkan bahwa kepala daerah yang tidak melaskanakan bisa terancam sanksi,” jelasnya. (ina/ara/waw)

 

 

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *