Kabupaten Pamekasan Paling Ditakuti Investor

  • Whatsapp
PERGERAKAN EKONOMI: Aktivitas salah satu swalayan yang jadi pusat perbelanjaan terbesar di Kota Pamekasan.

Kabarmadura.id/PAMEKASAN-Bumi Gerbang Salam adalah kabupaten yang paling ditakuti para investor. Terbukti, para pemodal masih mempertimbangkan banyak hal untuk berinvestasi. Salah satunya, faktor kondusivitas yang belum stabil. Utamanya dalam menerima investasi baru dan besar di Kabupaten Pamekasan.

Pernyataan yang diungkapkan Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Pamekasan Agus Mulyadi itu, dipicu oleh banyaknya investor yang mengurungkan niat menanam modal usahanya di Pamekasan. Disebut paling ditakuti, karena dari empat kabupaten di Pulau Madura, Pamekasan paling ditakuti pemodal.

Beberapa investor batal membangun usaha di Pamekasan itu, kata Agus, salah satu pertimbangannyam lantaran menganggap ada sebagian kalangan masyarakat yang sengaja membuat situasi tidak kondusif terhadap iklim investasi, sehingga membuat calon investor khawatir tidak dapat menjalankan usaha dengan stabil.

“Pada waktu investor datang mau membangun bioskop, terus menerus ada penolakan dari masyarakat dan kaum aktivis,” katanya, Rabu (10/7/2019).

Agus menjelaskan, jika yang menjadi penyebab dari takutnya para investor itu terus dibiarkan, dikhawatirkan akan menimbulkan stigma bahwa Pamekasan adalah antiinvestasi dan dimasukkan dalam daftar hitam investasi.

” Jika kondisi masyarakat tetap tertutup bagi investor, dikhawatirkan investor semakin takut,” imbuh mantan aktivis Pergerakan Mahasiswa Islam (PMII) ini.

Segala potensi daerah yang dimiliki, imbuh Agus, diharapkan bisa dikelola dengan baik. Selain akan berdampak pada pembangunan, juga akan meningkatkan kesejahteraan masyarakat dari sisi ekonomi

“Saya berharap masyarakat semakin terbuka sehingga investasi akan baik,” tukasnya.

Padahal menurutnya, bioskop juga memiliki kemaslahatan. Salah satunya, akan mendongkrak sektor ekonomi mikro. Sebab, di sekitar tempat usaha yang dibangun, akan menarik banyak pedagang kaki lima (PKL) untuk berdagang.

“Jika masyarakat terus menerus menakut-nakuti, maka akan para investor kabur dan tidak ada penanaman modal dipmeakasan,” pungkas Agus.

Sebelumnya, Bupati Pamekasan Badrut Tamam berencana mengaktifkan kembali bioskop yang telah mati bertahun-tahun yang lalu. Sampai saat ini, bekas bangunan yang dulunya menjadi bioskop itu, masih berdiri kokoh. Yakni di sebelah timur mMonumen arek Lancor dan Jalan Trunojoyo.

“Bangunan bioskop di Pamekasan itu, pastinya kami akan fungsikan dengan maksimal, ini sudah kami rencanakan, tunggu nanti kejutannya” paparnya.

Bahkan, Ketua Komisi I DPRD Pamekasan Ismail mengatakan, Pemerintah Provinsi Jawa Timur (Pemprov Jatim) juga ingin mengembangkan Madura secara optimal untuk menjadi jujukan investor. Namun, pemerintah harus memberi pelayanan perizinan yang mudah dan menciptakan rasa aman bagi investor.

Politisi Partai Demokrat itu mengaharapkan, Madura hususnya Pamekasan mampu menggaet investor sebanyak-banyaknya dengan pelayanan perizinan yang optimal terhadap para calon pemodal.

“Gubernur juga menginginkan seperti kok,” pungkasnya. (km45/waw)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *