oleh

Kacabdin Jatim di Sampang Akui Sulit Bentuk BLUD SMK

KABARMADURA.ID, SAMPANG -Pengajuan pembentukan badan layanan umum daerah (BLUD) terhadap dua lembaga sekolah menengah kejuruan (SMK) di Kabupaten Sampang, hingga saat ini tidak kunjung terverifikasi oleh Pemprov Jatim. Padahal, pengajuan yang dilakukan oleh Cabang Dinas Pendidikan (Cabdin) Jatim sejak awal tahun 2020 kemarin.

Sebab, tidak mudah sekolah bisa membentuk BLUD. Akan tetapi, harus memenuhi beberapa persyaratan. Salah satunya, lembaga sekolah harus mampu menciptakan produk sendiri yang bisa dipasarkan dengan rentan waktu beberapa tahun.

“Untuk pembentukan BLUD itu tidak mudah, produk sekolah harus bisa dipasarkan, dan produk itu bisa bertahan meskipun beberapa tahun berjalan, dan ini masih proses pendampingan dari Disdik Jatim,” ujar Kacabdin Jatim di Sampang Assyari, Minggu (04/4/2021).

Menurutnya, pembentukan BLUD merupakan program yang diinstruksikan Disdik Jatim. Tujuannya, untuk meningkatkan kompetensi siswa SMK. Sebab, peningkatan kompetensi siswa bisa dilakukan dengan cara pelatihan. Sehingga menghasilkan produksi selayaknya industri dan mampu dipasarkan sesuai standar industri yang dibutuhkan.

“Membentuk BLUD itu instruksi dari Disdik Jatim untuk meningkatkan kompetensi siswa yang mampu menghasilkan produk,” Menurutnya, terdapat tiga lembaga yang memiliki potensi untuk dibentuk BLUD. Hanya saja, yang diajukan masih dua lembaga. Yakni, SMKN 1 dan SMKN 2 Sampang. Sedangkan, lembaga yang ada di Madura atau di empat kabupaten yang sudah berstatus BLUD hanya satu lembaga yakni di Kabupaten Pamekasan.

Kendati demikian, Asyari menambahkan sejak diajukannya dua sekolah tersebut, hingga saat ini sudah mengikuti beberapa pendampingan dari Pemprov Jatim bersama dengan lembaga sekolah lainnya di Jatim yang sudah terbentuk BLUD. Hanya saja, dalam pembentukan BLUD memang tidak mudah.

“Kalau tidak memenuhi unsur syarat minimum malah tidak menguntungkan kepada pihak sekolah, tetapi akan menjadi beban terhadap pemerintah daerah. BLUD ini, diharapkan mampu membackup program sekolah, artinya sekolah menjadi mandiri,” tukasnya.  (mal/ito)

Komentar

News Feed