Kacabdin Jatim Wilayah Sumenep, Tunggu SE Dari Pusat Terkait Penerapan PTM di Seluruh Sekolah

  • Whatsapp
(FOTO: KM/IMAM MAHDI) TIDAK KOMPAK: Hanya lembaga di bawah naungan Kementerian Agama (Kemenag) dan Dinas Pendidikan (Disdik) yang bisa melakukan pertemuan tatap muka (PTM). 

KABARMADURA.ID, Sumenep – Semua lembaga pendidikan di Kabupaten Sumenep, saat ini diperbolehkan melakukan pembelajaran tatap muka (PTM) di semua tingkatan, kecuali lembaga di bawah naungan Kepala Cabang Dinas (Kacabdin) Pendidikan Jawa Timur (Jatim). 

Pelaksana tugas (Plt) Kepala Seksi (Kasi) Pendidikan dan Madrasah (Pendma), Kemenag Sumenep, Zainurrosi mengatakan, semua sekolah madrasah diperkenankan melakukan aktivitas belajar mengajar secara tatap muka, dengan syarat harus memenuhi protokol kesehatan (prokes). 

Menurutnya, pelaksanaan PTM itu berdasar zona di Sumenep sudah mulai tidak membahayakan. Yakni, menunjukkan orange, sedangkan zona merah sudah berakhir. “Saat ini sudah boleh melakukan PTM asalkan penuhi prokes, seperti memakai masker dan lainnya,” katanya, Kamis (12/11/2020). 

Dia menegaskan, penerapan prokes dilakukan, lantaran masih da kekhawatiran tentang ancaman Covid-19. Menurutnya, berhati-hati sangat penting untuk mengantisipasi munculnya klaster baru. “Mulai saat ini boleh PTM,” tukas dia. 

Hal senada disampaikan Kepala Bidang (Kabid) Pembinaan sekolah dasar (SD) Disdik Sumenep, Abd. Kadir. Dia mengatakan, pada jenjang sekolah di bawah naungan Disdik baik SD/SMP dan lainnya sudah dapat menerapkan PTM.

“Saat ini sudah masuk pada zona kuning dan ada pula yang hijau,” paparnya. 

Dijelaskan, penerapan perluasan uji coba PTM disesuaikan dengan zona yang ada. Yakni, jika zona kuning, maka maksimal PTM 50 persen,  sedangkan zona hijau bisa langsung 100 persen, tentunya dengan menerapkan prokes. 

“Jika sewaktu-waktu zona di kecamatan berubah menjadi orange atau merah. Maka, secara otomatis dilakukan pelajaran jarak jauh (PJJ),” ucap dia.

Berbeda disampaikan Kacabdin Pendidikan, Jatim,  Wilayah Sumenep, Syamsul Arifin. Menurutnya, untuk tingkat SMA/SMK/SMAN/SLB dan sederajat belum bisa melakukan PTM secara keseluruhan. Sebab,  belum ada surat edaran (SE) resmi dari Dinas Pemprov Jatim. 

“Saat ini yang boleh melakukan PTM sebanyak 35 lembaga, itupun karena sebelumnya sudah dilakukan uji coba pembelajaran tatap muka,” tandasnya. (imd/ito)

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *