Kacabdin Pendidikan Jatim Wilayah Sumenep: Barometer Kelulusan Tetap Menggunakan Rapor

(FOTO; KM/MOH RAZIN ) UJIAN: Sudah dua tahun UN dihapus. Saat ini standar kelulusan siswa mengacu pada nilai rapor. Kelulusan sepenuhnya menjadi hak sekolah.

KABARMADURA.ID | SUMENEP -Sudah dua tahun ujian nasional (UN) dihapus. Saat ini standar kelulusan siswa mengacu pada nilai rapor. Kondisi tersebut menjadi perhatian serius legislatif. Kendati tidak ada UN, namun sekolah diminta tetap menjaga karakter dan kualitas mutu pendidikan.

Kepala Cabang Dinas (Kacabdin) Pendidikan Jawa Timur Wilayah Sumenep Syamsul Arifin menjelaskan, pada tahun ini barometer kelulusan adalah nilai rapor dari enam semester. Artinya, sekolah mempunyai kebijakan penuh untuk merekomendasikan peserta didiknya untuk mendapat laporan kelulusan.

“Mau masuk kuliah bukan nilai ijazah acuannya tapi rapor, kalau nilai bagus otomatis jika melanjutkan kuliah langsung bisa, namun yang pasti sekolah mempunyai tanggung jawab dari sisi karakter dan pengetahuannya,” ucapnya.

Bacaan Lainnya

Kendati acuan kelulusan rapor, namun dalam pelaksanaanya harus ada target kurikulum yang harus diperhatikan. Misalnya, pencapaian kognitif yang meliputi pemahaman atau penguasaan di bidang literasi, aspek sosial atau peka terhadap persoalan lingkungan.

“Kurikulum seperti ini kondisinya. Jika siswa tidak 100 persen masuk kelas maka capaiannya harus disesuaikan,” imbuhnya.

Syamsul melanjutkan, ketika pemerintah sudah pusat menghapus pelaksanaan UN, maka secara otomatis untuk penyeragaman target tidak bisa dipastikan. Namun, pihaknya sepakat untuk memenuhi kebutuhan kompetisi nasional atau materi yang sering dilombakan, terutama IPS, IPA dan Matematika. Ketiga materi tersebut menjadi atensi serius untuk dikuasai oleh siswa.

Anggota Komisi IV DPRD Sumenep  Samoeddin menegaskan, persoalan pendidikan di masa pandemi harus ada upaya ekstra dari sekolah. Ketika materi ajar yang tidak terserap secara maksimal maka harus ada program terobosan.

“Menjadi pekerjaan rumah bersama, agar mutu pendidikan tetap diperhatikan, jangan mentang-mentang sudah tidak ada UN langsung diambil santai,” tukasnya.

Reporter: Moh Razin

Redaktur: Mohammad Khairul Umam

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.