oleh

Kades Blumbungan Pertanyakan Perbaikan Jalan Akibat Longsor

KABARMADURA.ID, PAMEKASAN – Derasnya curah hujan yang mengguyur Kabupaten Pamekasan mengakibatkan sejumlah titik jalan mengalami longsor. Tidak hanya pada jalan poros Provinsi di Desa Tampojung Gua Kecamatan. Akan tetapi, kejadian yang sama juga menimpa jalan di Desa Blumbungan Kecamatan Larangan.

Jalan poros kabupaten yang menghubungkan Desa Blumbungan dengan Desa Grujugan amblas akibat tanah dasar jalan longsor tergerus air hujan. Sehingga, aktivitas kendaraan menjadi tidak lancar dan perlu diberi rambu penanda agar tidak membahayakan warga. Titik lokasi longsor, terjadi di jalan Dusun Sumber Batu Desa Blumbungan Kecamatan Larangan.

Kepala Desa Blumbungan, Ferry Andriyanto Alfin mengaku telah menyurati pemerintah dalam hal ini Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR)  Pamekasan. Tujuannya, untuk memberitahukan kejadian yang membuat aktivitas warga terhambat.

Selain itu, pihaknya juga meminta agar pemkab segera melakukan tindakan untuk memperbaiki jalan yang menjadi akses penyambung beberapa desa. “Sudah saya kirim surat ke BPBD melalui pak Wahed. Suruh nunggu dari dinas PUPR dan BPBD,” ungkapnya, Selasa (16/3/2021).

Semnetara itu, Kepala Dinas PUPR Pamekasan, Cahya Wibawa menjelaskan, untuk memperbaiki jalan harus menunggu selesainya pembahasan rencana refocusing anggaran pada dokumen pelaksanaan anggaran (DPA). Menurutnya, APBD Pamekasan tahun anggaran 2021 sudah ditetapkan dan tidak ada rencana pembangunan infrastruktur di lokasi bencana tersebut.

Akibatnya, harus menunggu refocusing atau paling lambat pada perubahan anggaran keuangan (PAK) di APBD 2021. “Di lokasi yang sudah direncanakan saja, masih kemungkinan dipangkas. Apalagi yang memang tidak ada rencana,” responnya.

Kendati demikian, Cahya mengakui jika pihak Desa Blumbungan sudah memberikan laporan  bencana longsor.  Menurutnya,  informasi yang diterimanya pihak desa memiliki inisiatif untuk memperbaiki sendiri jalan tersebut. Namun, pihaknya meminta agar menunggu hasil realokasi anggaran untuk perbaikan jalan.

“Karena ini merupakan kewenangan pemerintah kabupaten. Tapi kami tidak menekan harus menunggu, kami mempersilahkan pihak desa untuk memperbaiki jalan itu. Tapi nanti, akan kami kawal pengerjaannya karena itu kan kewenangan kita,” tambahnya.

Dia mengatakan, pihaknya tidak memiliki anggaran pembangunan infrastruktur atau perbaikan jalan yang sifatnya insidentil ketika tertimpa bencana alam. Melainkan, setiap pembangunan infrastruktur atau perbaikan jalan perlu perencanaan sebelumnya. (ali/ito)

 

Komentar

News Feed