oleh

Kades ‘Plesiran’ ke Banyuwangi, Gunakan Uang APBDes

Kabarmadura.id/Sampang-Di tengah masa wabah Covid-19 dan kondisi perekonomian masyarakat Kabupaten Sampang yang menurun, Kepala Desa (Kades) se-Sampang malah melaksanakan kegiatan study banding ‘Pelesiran’ ke luar daerah yakni ke Banyuwangi selama beberapa hari.

Mirisnya, dana yang digunakan untuk melaksanakan program kunjungan kerja ke luar daerah itu, diketahui bersumber dari Anggaran Pendapatan Belanja Dasa (APBDes) masing-masing desa di wilayah kota Bahari.

Hal itu diungkap oleh Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Sampang Suhanto. Menurutnya, program study banding para kades se-Sampang itu tidak didanai oleh instansinya atau pemkab setempat, melainkan dari APBDes setiap desa. Pihaknya berkelit tidak tahu soal besaran pagu anggaran di masing-masing desa untuk ikut study banding tersebut.

“Kami hanya mendampingi, kalau soal anggaran study banding ini bersumber dari APBDes, tidak dari kami (DPMP red), dan kami tidak tahu terkait besaran anggaran yang dikeluarkan oleh masing-masing desa ini,” kelit Suhanto saat dikonfirmasi Kabar Madura melalui jaringan selulernya, Minggu (30/08/2020).

Lanjut dia, study banding itu merupakan kegiatan bimtek guna meningkatan kapasitas para kades di wilayahnya, utamanya dalam hal penyelenggaraan pemerintahan desa dan memajukan desanya. Harapannya ke depan ada sinergitas program pembangunan. Inovasi dimulai dari tingkat desa, kecamatan dan kabupaten bahkan dengan pemerintah pusat.

“Para kades juga diajak melihat dan belajar ke salah satu desa di Banyuwangi yang berhasil mengelola Badan Usaha Milik Desa (Bumdes), harapannya desa di Sampang ini ke depannya bisa mengelola usaha milik desa dengan maksimal,” bebernya.

Menanggapi hal itu, Anggota Komisi I Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sampang Aulia Rahman mengatakan, program study banding ke Banyuwangi yang dijalankan para kades di wilayahnya itu harus ada output yang jelas, tidak hanya menghamburkan uang rakyat. Pihaknya meminta pasca kegiatan kunjungan itu, harus ada inovasi dan perubahan di setiap desa di wilayah Kota Bahari tersebut.

Pasalnya, selama ini study banding yang dijalankan oleh para pejabat di lingkungan Pemkab Sampang belum terbukti membuahkan hasil yang maksimal. Maka ke depan, harus ada pertanggungjawaban yang jelas kepada masyarakat, tidak hanya sekadar melihat dan menimba pengetahuan ke daerah lain, tetapi harus bisa mengembangkan dan memajukan desanya.

“Kami hanya menuntut ouput dari kegiatan study ke luar daerah ini, jangan hanya bisa menghabiskan anggaran dengan dalih menimba ilmu dan pengetahuan, tapi harus bisa berinovasi, buat perubahan sebagai pertanggungjawaban kepada masyarakat,” ucap politisi partai Demokrat itu. (sub/pai)

Komentar

News Feed