oleh

Kades Study Banding ke Banyuwangi, Distribusi JPS Provinsi Tahap II Ditunda

Kabarmadura.id/Sampang-Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Sampang terpaksa menunda distribusi bantuan Jaring Pengaman Sosial (JPS) provinsi tahap II di Kota Bahari.

Pasalnya, untuk distribusi JPS tidak ada penanggung jawab, yakni kepala desa (Kades) setempat.

“Kita tunda, karena permintaan kepala desa. Sebab, takut jika nanti didistribusikan tanpa kepala desa ada kekacauan. Namun, untuk besok ini rutenya Kecamatan Sreseh dan Robatal,” ujar Kepala bidang (Kabid) Penanganan Fakir Miskin dan Penanganan Sosial Dinsos Sampang M. Nashrun.

Selain itu, untuk jumlah penerima  bantuan JPS Provinsi ini ada 20 ribu. Adapun untuk nominal masing-masing KPM menerima Rp200 ribu, namun bantuannya diberikan berupa sembako, seperti beras 10 kilo, 2 liter minyak goreng, 2 kilo gula pasir dan 20 bungkus mie instan.

“Untuk jumlah penerima masing-masing kecamatan lupa, sebab harus buka data. Cuma se-Kabupaten ada 20 ribu KPM,” tuturnya.

Nashrun menambahkan, JPS provinsi yang sudah didistribusikan untuk tahap dua ada lima kecamatan. Adapun target pendistribusian JPS Provinsi tahap 2 hari ini (Senin, 31/8/2020) harus diundur.

“Yang sudah didistribusikan itu ada 5 kecamatan, yakni kecamatan Kedungdung, Sekobenah, Omben, Banyuates, Torjun, untuk sisanya belum,” ungkapnya, Minggu (30/8/2020).

Ditambahkannya, pengunduran distribusi tersebut atas permintaan dari semua kepala desa (Kades) di Sampang. Sebab, kadesnya sendiri ada kegiatan studi banding ke Banyuwangi. Jika tetap didistribusikan tanpa kades, dikhawatirkan terjadi kericuhan sehingga harus menunggu kades di desa setempat.

Sehingga, jadwal pendistribusian hari Jum’at dan Sabtu harus di jadwal ulang untuk pendistribusian selanjutnya. Padahal, jika Jum’at dan sabtu minggu didiateibusikan, pendistribusin tahap 2 sudah selesai. Sehingga, saat terjadi untuk ditunda penyelesaian pendistribusian JPS provinsi tahap 2 harus menunggu tiga hari kedepan.

“Kita tunda, karena permintaan kepala desa. Sebab, takut jika nanti didistribusikan tanpa kepada desa takut ada kekacauan. Namun, untuk besok ini rutenya Kecamatan Sreseh dan Robetal,” imbuhnya.

Selain itu, untuk jumlah penerima  bantuan JPS Provinsi ini ada 20 ribu. Adapun untuk nomonial masing-masing KPM menerima Rp200 ribu, namun bantuannya diberikan berupa sembako, seperti beras 10 kilo, 2 liter minyak goreng, 2 kilo gula pasir dan 20 bungkus mie instan.

“Untuk jumlah penerima masih-masing kecamatan lupa, sebab harus buka data. Cuma se Kabupaten ada 20 ribu KPM,” tuturnya.

Sementara itu, ketua Forum Mahasiswa Sampang (Formasa) Arifin menuturkan, jika terjadi kekacauan berarti ada kejanggalan. Sebab, pendataan penerima JPS ini sudah dilakukan sebelum mendistribusikan.

Sehingga, ia berharap dalam mendistribusikan jangan sampai ada permainan dengan kepala desa, sebab ini sudah hak masyarakat.

“Aneh jika tidak didistribusikan dengan dasar takut ada kekacauan, sebab penerima itu didata sebelum didistribusikan, jadi tidak mungkin masyarakat yang tidak terdata akan datang untuk mengambil bantuan itu,” singkatnya. (mal/pai)

Komentar

News Feed