Kades Terpilih Tutup Usia, Penggantinya Tunggu Penunjukan Bupati Bangkalan

  • Whatsapp
(FOTO: KM/HELMI YAHYA) LENGANG: Seseorang berjalan di depan Kantor Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Bangkalan.

KABARMADURA.ID, BANGKALAN – Tiga kepala desa (kades) terpilih di kabupaten Bangkalan, meninggal sebelum dilantik. Masing-masing, Kades Buluh, Sendang Laok, dan kades Tegar Priyah. Kondisi itu, cukup memantik pertanyaan di kalangan masyarakat. Terutama, berkaitan dengan pengganti pemegang kekuasaan di tingkat desa. Jika berdasarkan pada peraturan bupati (Perbup) Nomor 89 Tahun 2020 Pasal 103, maka yang berhak memilih adalah Bupati Bangkalan.

Salah satu warga Desa Buluh Muafi mengatakan, kondisi masyarakat di desanya berduka dan kebingungan. Sebab, kades terpilih Muslimin meninggal pada Selasa (15/62021). Sehingga, penggantinya masih belum jelas. “Kami juga masih bingung, siapa penggantinya dan bagaimana cara menentukannya,” ujarnya, Rabu (16/6/2021).

Bacaan Lainnya

Sebelumnya, dia juga mendengar isu bahwa jika kades terpilih meninggal, maka otomatis yang akan terpilih adalah calon kepala desa (cakades) lainnya. Sebab, di desa tersebut, ada dua calon. “Saya kemarin juga dengar kabar akan digantikan ke calon satunya,” terangnya.

Lelaki berusia 42 tahun itu menilai, jika sistem pemilihan seperti itu, tentu akan menimbulkan ketidakpercayaan dan akan membuat warga khawatir. Sehingga hal tersebut, harus segera diperjelas dan diinformasikan ke masyarakat. “Kami juga masih menunggu, tapi memang banyak warga yang segera butuh kepastian,” tuturnya.

Sementara itu, Kepala Bidang (Kabid) Pemerintahan Desa Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Bangkalan Handiyansyah menjelaskan, pemilihan pengganti kades terpilih sudah diatur dalam Perbup Nomor 89 Tahun 2020 Pasal 103, bahwa Bupati Bangkalan dapat menunjuk penggantinya dari pegawai negeri Sipil (PNS) tingkat kabupaten.

“Karena memang belum dilantik, maka tidak bisa dipilih pengganti antar waktu (PAW),” responnya.

Jika masyarakat menduga pengganti akan otomatis jatuh pada calon lainnya, itu tidak benar. Sebab, prosedurnya sudah diatur, yakni pengganti yang ditunjuk nanti akan menggantikan semua tugas dan kewajiban kades hingga ada pemilihan baru. “Pemilihan baru ini, masih belum jelas, apakah yang dimaksud pilkades tahun 2022, atau pemilihan melalui tokoh masyarakat desa,” jelasnya.

Tetapi, lelaki yang akrab disapa Radit meyakini, kemungkinan besar akan menunggu hingga pemilihan kades tahun 2022 nanti. Sehingga, jika memang benar akan diajukan kembali bantuannya ke Badan Keuangan Jawa Timur (Jatim). “Ini nanti, terserah kebijakan pimpinan, makanya harus dibicarakan lagi,” terangnya.

Sedangkan, untuk penunjukan pengganti akan menunggu keputusan Bupati Bangkalan. Namun, karena sementara ini sedang fokus menangani lonjakan kasus Covid-19, kemungkinan akan dikomunikasikan secara perlahan. “Kami belum laporan, karena kami juga baru mendapatkan informasi ini, nanti segera kami konsultasikan,” tukasnya.  (hel/ito)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *