Kadinkes Bangkalan Jamin Sampah Medis di TPA Bukan dari Faskes Naungan Dinkes

  • Whatsapp
(FOTO: KM/FA'IN NADOFATUL M.) SUDIYO: Kepala Dinkes Bangkalan

KABARMADURA.ID, BANGKALAN-Temuan sampah medis yang dibuang di tiga tempat pembuangan sementara (TPS), langsung ditindaklanjuti Dinas Kesehatan (Dinkes) Bangkalan dengan menyurati semua layanan kesehatan di Bangkalan

Kepala Dinkes Bangkalan Sudiyo mengatakan, semua layanan kesehatan dan rumah sakit swasta diminta tidak buang sampah limbah medis di sembarang tempat. Namun dia menjamin, pelakunya bukan dari layanan kesehatan yang dinaunginya.

“Kami sudah berkali-kali mengimbau, jadi sampah medis di layanan kesehatan kami 22 puskesmas dan rumah sakit sudah menyediakan rekanan atau pihak ketiga. Saya kira saya bisa menjamin keabsahannya,” begitu keyakinan Sudiyo.

Pengambilan dan pembuangan sampah dari layanan kesehatan di bawah naungan Dinkes Bangkalan, dikontraktualkan kepada dua dan tiga rekanan masing-masing puskesmas atau rumah sakit.

“Justru yang kami khawatirkan adalah dari pihak-pihak yang tidak bertanggungjawab, yang tidak bisa saya sebutkan di sini,” katanya.

Namun menurut lelaki yang kerap disapa Yoyok ini, usai mendapat teguran dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Bangkalan mengenai hal itu, pihaknya telah menyebarkan kembali surat edaran imbauan pengangkutan dan pembuangan sampah limbah medis kepada faskes-faskes swasta hingga bidan dan perawat.

“Bahkan kami juga sudah kirimkan surat edaran itu kepada dokter praktik mandiri, sudah kami buatkan agar membuang sampah limbah medis sesuai protokol yang ada,” tegas Yoyok.

TPS yang ditemukan adanya sampah medis itu seperti depan pasar Bangkalan, Depo Morkembang dan Depo Pasar Lajuh.

Namun Yoyok akan memasrahkan kepada pihak yang berwenang untuk menindak tegas kepada pembuang sampah medis itu. Sebab bukan menjadi kewenangan dinasnya untuk meusut msalah tersebut. Sejauh ini pihaknya bisa mengimbau, menegur dan berikan pembinaan.

“Saya belum lakukan analisa yang sebenarnya, tapi kalau dilihat dari kenaikan kasus, kenaikan aktivitas pastinya ada peningkatan pada bekas pemakaian alat medis,” ulasnya mengenai meningkatnya jumlah sampah medis selama lonjakan wabah Covid-19 di Bangkalan.

Terpisah, Ketua Komisi D Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Bangkalan Nur Hasan mengatakan, dibuangnya sampah limbah medis secara sembarangan dapat menyebabkan pidana. Untuk layanan kesehatan di bawah naungan Pemerintah Kabupaten Bangkalan wajib memakai pihak ketiga.

“Pelaku bisa ditindak secara pidana, Dinkes harus sering mengkroscek itu pihak ketiga, layanan kesehatan atau ada pihak lainnya,” singkat Nur Hasan. (ina/waw)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *