Kadinkes Pamekasan Klaim HIV/AIDS Akibat Pekerja Luar Daerah

  • Bagikan
(FOTO: KM/KHOYRUL UMAM SYARIF) PENYAKIT: Dinas Kesehatan (Dinkes) Pamekasan mencatat dari jumlah penderita HIV/ AIDS semakin mengkhawatirkan.

KABARMADURA.ID, PAMEKASAN – Dinas Kesehatan (Dinkes) Pamekasan mencatat jumlah penderita human immunodeficiency virus (HIV) acquired immunodeficiency syndrome (AIDS) untuk tahun 2020 tembus pada 118 orang per Oktober. Kondisi tersebut, melampaui dari pasien penderita pada tahun 2019 dengan jumlah 103 pasien.

Kepala Bidang (Kabid) pencegahan dan pengendalian penyakit (P2P) Dinkes Pamekasan, dr. Nanang Suyanto, mengatakan, penyebab terjadinya lonjakan angka dari penderita HIV/AIDS, lantaran masyarakat Pamekasan yang sudah lama berada di luar daerah. Sehingga, jika sudah sakit, pulang ke Pamekasan untuk penyembuhannya.

“Penambahan kasus berasal dari orang-orang yang selama ini tinggal di luar Madura dan pada saat sudah sakit pulang ke Pamekasan,” paparnya, Rabu (2/12/2020).

Nanang juga menjelaskan, untuk 2019 total 103 pasien, dengan rincian 100 pasien dewasa, 3 pasien anak. Sedangkan tahun 2020, total 118 pasien. Rinciannya, 115 dewasa, 3 anak. Sehingga dalam penanganan HIV/AIDS, meliputi berbagai upaya. Pertama, penyuluhan tentang HIV/AIDS kepada masyarakat, anak sekolah, dan pondok pesantren.

Kemudian,  melakukan screening dan penemuan kasus melalui pemeriksaan HIV terhadap ibu hamil, penderita TBC dan penghuni lapas, dan orang/kelompok resiko tinggi. Oleh sebab itu, bagi yang  dinyatakan positif HIV/AIDS akan dirujuk ke RSUD Smart untuk mendapatkan pengobatan dengan obat antiretroviral (ARV).

“Dengan  demikian diharapkan orang Pamekasan yang akan merantau ke luar daerah, paham bagaimana cara mencegah tertular HIV/AIDS,” pungkasnya.

Sementara itu, Wakil Ketua Komisi IV Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Pamekasan, Khairul Umam, mendesak Dinkes agar terus melakukan sosialisasi. Sehingga, ada upaya dari masyarakat, menjauhi faktor yang berpengaruh terhadap terjangkitnya HIV/AIDS. Hal itu, bisa dikerjasamakan dengan pemerintahan desa (pemdes), dan para tokoh masyarakat.

Baca juga  Ini Alasan Bupati Pamekasan Tunjuk Agus Mulyadi sebagai Plh Sekda Gantikan Totok Hartono

“Dinkes diharapkan proaktif dalam melakukan sosialisasi, harus ada sex education sejak dini, kemudian mengajak semua pihak, termasuk tokoh masyarakat, dan tokoh agama untuk bahu membahu memberikan pendidikan moral dan agama yang kuat kepada masyarakat,” urainya. (mam/ito)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan