Kadinkes Sumenep Akui Mayoritas Puskesmas Terakreditasi Dasar

  • Whatsapp
(FOTO: KM/MOH RAZIN) MASIH RENDAH: Kualitas pusat pelayanan kesehatan (Puskesmas) di Kabupaten Sumenep buruk.

KABARMADURA.ID, Sumenep -Pelayanan kesehatan melalui pusat kesehatan masyarakat (puskesmas) hingga saat ini dinilai tidak terlalu baik. Salah satu indikasinya hasil akreditasi masih didominasi tingkat dasar. Hal itu diungkapkan,  Anggota Komisi lV DPRD Sumenep M Syukri, Selasa (20/10/2020).

Dia mengaku sering menyampaikan ke dinas terkait mengenai kualitas pelayanan. Sebab selain fakta hasil akreditasi, dari masyarakat sering menerima keluhan terkait buruknya pelayanan.

Bacaan Lainnya

“Kami memang sejak awal menyampaikan kepada yang bersangkutan terutama kepada Dinkes Sumenep sendiri agar memberikan pelayanan maksimal, karena tidak jarang saya sendiri mendengar sendiri dari masyarakat,” ujarnya.

Politisi PPP itu mengatakan, atensi prioritas untuk pelayanan kesehatan di kepulauan. Akses transportasi yang tidak bisa dilalui dengan tempo waktu yang cukup singkat, sebagai alternatif memaksimalkan fungsi puskesmas sebagai pertolongan pertama bagi masyarakat di kepulauan.

“Titik tekannya di kepulauan, sebab dengan ditingkatkan pelayanan jika ada yang sakit segera teratasi dan tidak perlu dirujuk ke sini, karena fasilitasnya sudah lengkap,” paparnya.

Sementara Kepala Dinas Kesehatan (Kadinskes) Sumenep Agus Mulyono mengakui, dari 30 puskesmas yang ada masih didominasi oleh kategori dasar. Secara detail, jumlah tersebut mayoritas puskesmas yang ada masih terakreditasi dasar dan madya.

Yakni 10 puskesmas terakreditasi dasar, 14 puskesmas terakreditasi madya, 5 puskesmas terakreditasi utama, dan 1 puskesmas terakreditasi paripurna. Termasuk di daerah kepulauan juga masih tergolong kategori dasar.

Sehingga secara tidak langsung hal itu selaras dengan keluhan masyarakat tentang kurangnya fasilitas kesehatan. “Sesuai dengan tingkatan hasil re akreditasi itu ada empat kriteria, paling rendah itu dasar, baru madya, terus utama, dan tertinggi itu paripurna,” jelasnya. (ara/ito)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *