Kadisdik Minta Kasek Tetap Penuhi Honor Guru dari Dana BOS

  • Whatsapp
(FOTO: KM/dok) HARUS TETAP PENUH: Disdik serahkan sepenuhnya kepada pihak sekolah dalam mengelola BOS untuk honor guru honorer.

Kabarmadura.id/PAMEKASAN-Mengajar dari rumah yang dijalani para guru sekolah di Pamekasan, menghadirkan polemik tersendiri. Utamanya, dalam penerimaan honornya sebagai guru. Sebelum wabah Covid-19, terdapat beberapa sekolah yang memberikan honor guru yang bersumber dari dana bantuan operasional sekolah (BOS) berdasar kehadiran.

Sejumlah guru honorer Pamekasan yang tidak mau disebutkan namanya, mengungkapkan bahwa honor yang diterimanya saat sistem mengajar dari rumah turun dari pada saat mengajar langsung. Sebab, tidak ada penghitungan ganti transportasi yang biasanya dihitung dalam setiap pembayaran honor.

Bacaan Lainnya

Terhadap kondisi tersebut, Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Pamekasan, Akhmad Zaini menegaskan bahwa sekolah saat ini bukan libur. Namun, pembelajaran dilakukan secra jarak jauh dan guru tetap harus membimbing siswa-siswanya.

“Saya harap para kepala sekolah bijaksana dalam memberikan honor kepada guru yang bersumber dari dana BOS. Jangan asumsikan mereka hanya melalui absensi kehadiran, karena bukan libur,” ucap Zaini.

Diakuinya, bimbingan terhadap siswa dari jarak jauh justru memakan biaya yang lebih besar bagi setiap guru. Apalagi, mereka kadang melayani bimbingan bukan pada saat jam kerja sebagaimana biasanya, karena menyelesaikan bimbingan bisa sampai malam hari.

“Mestinya tetap dibayar sesuai dengan sebelum perintah mengajar dari rumah. Apalagi, costnya lebih tinggi karena pendampingan terhadap siswa bisa dilakukan tidak bersamaan, sehingga belanja pulsa lebih banyak,” imbuh Zaini

Dalam penggunaan dana BOS, Disdik Pamekasan memasrahkan penuh kepada kepala sekolah dalam mengelola gaji guru honorer. Diakui Zaini, sekolah diperbolehkan mengunakan 50 persen BOS untuk honor guru.

Sedangkan berdasar penjelasan Kepala Bidang (Kabid) Sekolah Menengah Pertama (SMP) Disdik Pamekasan Akh. Rifa’i, siaga wabah Covid-19 berdasar dari keterangan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) dana BOS bisa digunakan untuk gaji guru honorer.

“Dalam permendikbud sudah dijelaskan para kepala sekolah menggunakan dana bos tidak boleh lebih dari 50 persen untuk memberikan gaji guru honorer, tergantung sekolah masing-masing yang penting sekolah tidak boleh melebihi 50 persen,” ungkapnya, Senin (4/5/2020).

Dijelaskannya, pencairan dana bos untuk tahun 2020 berbeda dengan tahun 2019. Pada tahun 2019 terbagi menjadi empat tahapan pencairan, sedangkan pada tahun 2020 terbagi menjadi  3 tahapan pencairan.

“Tahap Pertama 30 Persen, tahap kedua yakni 40 persen, sedangkan tahap ketiga ada 30 persen,”ujarnya.

Dalam pencairan BOS, sejumlah sekolah di Pamekasan sebagian masih terkendala dengan penyusunan rencana kerja sekolah (RKS) karena adanya update aplikasi RKAS dari Kemendikbud RI. Terdapat tambahan dari aplikasi RKAS tersebut, utamanya sehubungan dengan wabah Covid-19.

“Terakhir aplikasi RKAS itu versinya 2,03 dan itu belum final karena masih ada penambahan terkait dengan Covid-19, jadi sekarang itu harus menyertakan anggaran tentang penanganan Covid-19, makanya belum selesai,” terangnya. (rul/bri/waw)

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *