Kadisdikbud Pamekasan Targetkan Digitalisasi Manuskrip

(KM/Disdikbud For KM) INVENTARISASI: Tim Disdikbud Pamekasan di kediaman Lora Habibullah, Sumber Anyar, Kecamatan Tlanakan.

KABARMADURA.ID | PAMEKASAN-Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Pamekasan terus melakukan survei dan inventarisasi terhadap manuskrip yang ada di Bumi Ratu Pamelingan, untuk bisa menjadi bahan kajian dan penelitian terhadap berbagai kebudayaan yang telah dilakukan oleh para pendahulu, karenanya dari hasil inventarisasi tersebut ditargetkannya bisa diakses secara digital, sehingga para peneliti masa kini bisa dengan mudah akses.

Menurut Kepala Disdikbud Pamekasan Akhmad Zaini, timnya saat ini sedang fokus melakukan pendataan manuskrip milik warga, secara khusus akan ditindaklanjuti dengan melakukan berbagai kajian secara khusus dalam memperkaya khazanah pengetahuan.

“Berpikir masa depan tidak boleh melupakan masa lalu, karena masa sekarang ini hasil dari masa lalu, kalau kita tidak pada pondasinya, maka tidak akan kokoh, jadi beberapa manuskrip ini di dalamnya kan berisi beberapa sejarah dan ini yang tidak bisa dilupakan,” paparnya, Rabu (22/6/2022).

Dijelaskan Zaini, pendataan yang dilakukan saat ini belum dilakukan kajian secara khusus oleh pihaknya. Namun seiring berjalannya waktu, pengayaan pemikiran yang berasal dari manuskrip yang diinventarisasi akan dilakukan.

“Isi dari manuskrip itu perlu untuk dikaji lagi. Kalau komunitas banyak yang sudah melakukan kajian secara mandiri, kalau di kami masih belum dilakukan, makanya kita akan mulai ini,” urainya.

Ditegaskan Zaini, manuskrip yang dikumpulkan tidak lantas menjadi hak milik dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pamekasan, melainkan proses yang dilakukan saat ini, untuk diketahui dan dikaji. Itu pun jika diberikan izin oleh pemilik manuskrip.

“Digitalisasi ini harus, karena saat ini masuk pada digital society,  tinggal nantinya bagaimana komunikasi dengan pemilik, rela nggak para pemilik manuskrip itu, karena jika sudah berupa digital, pada akhirnya akan menjadi milik publik dan tidak semua manuskrip bisa dibaca oleh publik,” tegas Zaini.

Dia berharap kepada pemilik manuskrip untuk bisa bekerja sama saat timnya melakukan inventarisasi. Sebab tiada lain tujuannya untuk mengetahui secara holistik tentang peradaban orang masa lalu, supaya bisa dimengerti masyarakat masa kini.

Reporter: Khoyrul Umam Syarif 

Redaktur: Wawan A. Husna

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.