Kadiskominfo Bangkalan Janji Sampaikan Informasi Edukatif dan Solutif terkait Penyebaran Covid-19

  • Whatsapp
(FOTO: KM/HELMI YAHYA) TERTIB: Para pekerja migran Indonesia saat tiba di terminal Bangkalan tahun lalu.

KABARMADURA.ID, BANGKALAN-Sebagian pelaut asal Bangkalan geram terhadap pernyataan Pemkab Bangkalan yang menyatakan penyebaran Covid-19 berawal dari kluster pelayaran.

Setelah merebaknya kasus Covid-19 di Kecamatan Arosbaya dan Klampis, masyarakat menerima informasi, bahwa cluster pelayaran menjadi salah satu penyebab kembali meluasnya virus tersebut.

Bacaan Lainnya

Salah satu anggota asosiasi pelaut Bangkalan Marom Nailul menuturkan, bahwa dirinya merasakan tindakan diskriminasi dari warga sebab kabar yang beredar tersebut. Sehingga dirinya harus melakukan tes swab.

“Saya bahkan yang sudah sejak lama pulang juga dijauhi, seperti membawa sesuatu yang menjijikkan,” katanya.

Padahal bagi mereka yang benar-benar terpapar virus tersebut, perlakuan diskriminasi serupa dapat mengganggu kesehatan dan kestabilan imun tubuh.

“Informasi seperti ini seharusnya tidak menjadi tolok ukur, tapi ini malah disebarluaskan,” ulasnya.

Baginya, lebih baik diberikan informasi mengenai tips dan trik penyembuhan. Daripada  menebar ketakutan di tengah masyarakat. “Kalau diisi informasi penyembuhan kan alangkah lebih baik,” terangnya.

Setelah dampak informasi tersebut terus meluas, akhirnya para pekerja kapal itu mendatangi kantor Dinas Komunikasi dan Informatika Bangkalan untuk meminta pertanggungjawaban.

Tidak lama berselang, Kadiskominfo Bangkalan Agus Zein menyampaikan permohonan maaf atas informasi yang tersebar di beberapa media milik Pemkab. Pihaknya mengaku tidak bermaksud melakukan diskriminasi. Tetapi hanya untuk memberitahu warga agar lebih waspada.

“Saya memohon maaf jika ini membuat teman-teman pelayaran merasa didiskriminasi,” ulasnya.

Selain itu, pihaknya juga berjanji akan melakukan komunikasi lanjutan kepada pihak penyiar. Sehingga nanti informasi yang disampaikan lebih bisa edukatif dan solutif.

“Akan saya komunikasikan nanti, setidaknya agar ini tidak meluas,” pungkasnya. (hel/maf)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *