Kadisperindagprin Kabupaten Sampang Mengabaikan Pengelolaan Pasar Margalela I

  • Whatsapp
(FOTO: KM/FATHOR RAHMAN) SEPI- Banyak pedagang menutup kios dan los akibat minimnya pengunjung di Pasar Margalela I, Kabupaten Sampang.

KABARMADURA.ID, SAMPANG – Keseriusan Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperindagprin) Kabupaten Sampang, untuk mengelola pasar Margalela I perlu dipertanyakan. Terbukti, hingga saat ini pasar yang menguras anggaran puluhan miliar itu masih belum beroperasi maksimal.

Ratusan los dan puluhan kios masih kosong. Bahkan banyak pedagang yang pindah lokasi. Meski sebelumnya sempat disewa oleh ratusan pedagang, namun pasar kembali sepi lantaran minimnya pengunjung pasar.

Bacaan Lainnya

Data yang berhasil dirangkum Kabar Madura, pembangunan kios Pasar Margalela I menelan anggaran Rp 14 miliar dari APBN Tahun 2016. Selain itu, sejak tahun 2017 hingga saat ini, hanya sedikit pedagang dan sepi pengunjung. Hampir semua kios dan los tidak ditempati pedagang.

Dari 332 los yang sudah disediakan, hanya terisi  55 los yang ditempati pedagang. Dengan kondisi itu, terlihat  nyaris tidak ada aktifitas di dalam pasar Margalela I. “Dulu waktu pembukaan sempat ramai disini. Banyak pedagang yang mengisi los dan kios. Tapi sekarang kembali banyak tutup. Karena tidak ada pembeli,” ungkap maimunah salah satu penjaga kios di Pasar Margalela I.

Diungkapkan, selain sepi pengunjung, pedagang memilih pindah karena biaya sewa cukup besar. Dinilai tidak sebanding dengan biaya pendapatan. Hal itu akibat minimnya pengunjung pasar. “Biaya sewa mahal. Tapi saya tidak bisa menyebutnya. Karena setiap los dan kios harganya tidak sama. Retribusi jalan terus dan pengunjung sedikit,” keluhnya.

Sementara itu, Kepala Bidang (Kabid) Pengelolaan Pasar Disperindagprin Kabupaten Sampang, Moh. Rasul menolak memberikan keterangan. Bahkan saat berusaha ditemui ke meja kerjanya tidak ditemui.  (man/ito)

 

 

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *