Kadispertan-KP Sampang Warning Petugas Pertanian Nakal

  • Bagikan
(FOTO: KM/FATHOR RAHMAN)

KABARMADURA.ID, SAMPANG -Saling tudingnya tuduhan tentang penarikan alat mesin pertanian (alsintan), mengakibatkan Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (Dispertan-KP) Sampang Suyono geram. Sehingga, gerak cepat menggelar evaluasi di internal instansinya. Bahkan, mewarning para petugas pertanian yang sudah melakukan perbuatan melanggar hukum tersebut, Kamis (15/7/2021).

Menurutnya, tidak menutup kemungkinan ada pihak atau oknum yang tidak bertanggung jawab menyalahgunakan wewenang. Sehingga, melakukan tindakan di luar program kedinasan yang mengakibatkan instansi pemerintah dan petani dirugikan. Bahkan, menghimbau seluruh petugas pertanian, baik terhadap penyuluh, pendamping hingga petugas pertanian lainnya.

“Kami sudah memberi himbauan ke bawah, agar semua petugas pertanian tidak main-main soal apapun. Khusus tindakan yang bisa merugikan petani,” ujarnya.

Pihaknya menegaskan, jika semua petugas pertanian tidak diperkenankan memungut biaya diluar ketentuan. Terlebih, melakukan pengambilan dan pemindahan alsintan diluar rekomendasi resmi dari dinas. Termasuk, bermain-main soal harga pupuk. Sebab, semua petugas pertanian dibentuk untuk membantu petani. Namun jika merugikan, tidak akan melanjutkan kontraknya.

“Kami akan bertindak tegas jika terbukti ada petugas di bawah naungan Disperta dan KP merugikan petani. Kami harap, semua petani bisa membantu kami. Jika ada kejanggalan, laporkan ke kami. Kami akan evaluasi. Jika terbukti ada pelanggaran sengaja dilakukan akan diberi sanksi sesuai kesalahan,” tegasnya.

Sementara itu, Ketua DPRD Sampang Fadol mendukung upaya langkah tegas Disperta-KP setempat. Pihaknya meminta, agar ada evaluasi khusus. Sebab, tidak menutup kemungkinan ada kasus yang belum terungkap. “Kami dukung rencana tindakan itu. Jika memang merugikan petani, selayaknya dievaluasi. Mulai dari distribusi pupuk, pengelolaan alsintan hingga program lainnya,” responnya. (man/ito)

 

Baca juga  Kemenag Sampang: 90 Persen Siswa Madrasah Tidak Bisa Menikmati Pembelajar Daring

 

 

 

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan