Kafilah Pamekasan Berhasil Tembus 10 Besar MTQ Jatim, Lompatan Pencapaian Dibandingkan MTQ XXVIII di Tuban

  • Whatsapp
(FOTO: KM/ALI WAFA) SUKSES PRESTASI: Kabupaten Pamekasan berhasil masuk 10 besar di MTQ Jatim XXIX.

KABARMADURA.ID | PAMEKASAN-Kabupaten Pamekasan berhasil mencatatkan namanya di 10 besar Musabaqah Tilawatil Qur’an Jawa Timur ke-29 (MTQ Jatim XXIX). Menurut Kepala Bagian (Kabag) Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Sekretariat Daerah (Setda) Pamekasan Halifaturrahman, hal itu merupakan lompatan jauh bagi Pamekasan.

Sebab sebelumnya, pada MTQ Jatim XXVIII di Tuban pada tahun 2019, Pamekasan hanya mampu berada di posisi terbaik ke-12. Saat menjadi tuan rumah pada 2021 kali ini, Pamekasan mampu meraih peringkat terbaik ke-7. Pria yang akrab disapa Mamang itu menyebut pencapaian itu karena usaha yang maksimal.

“Memang itu harapan kita semua, ada perubahan, ada peningkatan prestasi yang bisa dicapai. Karena bisa mengalahkan sekian kabupaten,” ucap Mamang.

Capaian itu menurut Mamang telah memberikan harapan baru bagi kafilah Pamekasan untuk menghadapi MTQ Jatim ke-30 pada tahun 2023 nanti. Pihaknya mengaku akan terus mengejar prestasi tersebut. Dia berharap, pada MTQ Jatim selanjutnya, peringkat Pamekasan terus naik hingga bisa masuk di tiga besar.

Kendati begitu, menurutnya pembinaan kepada seluruh peserta sudah dilakukan dengan maksimal. Bahkan, sebelum pelaksanaan MTQ dilaksanakan tryout bagi seluruh peserta. Tidak tercapainya target juara umum disebutnya tidak lepas dari faktor ketidakberuntungan. Beberapa kelemahan yang dimiliki telah dikantongi sebagai bahan evaluasi untuk berikutnya.

“MTQ kali ini akan menjadi referensi untuk peningkatan prestasi berikutnya. Tentunya para pembina sudah bisa mengevaluasi kelemahan dari kafilah kita,” jelas Mamang.

Bupati Pamekasan Baddrut Tamam telah menyiapkan satu paket umroh untuk Ach. Farhan, peraih juara I Musabaqah Hifdzil Qur’an (MHQ) 20 Juz Putra. Dia menegaskan, tidak melakukan intervensi apa pun perihal penilaian, baik kepada panitia provinsi maupun kepada dewan juri. Sebab, pemenang sejati menurutnya adalah yang senantiasa menjalankan amaliyah qurani.

“Jadi pemenangnya bukan yang menerima piagam,” ujarnya.

Reporter: Ali Wafa

Redaktur: Muhammad Aufal Fresky

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *