Kafilah Pamekasan Pimpin Sementara Klasemen Hifzh Al-Qur’an 30 Juz

  • Whatsapp
(FOTO: KM/KHOYRUL UMAM SYARIF) Absori Qolbi:  Kafilah asal Pamekasan MTQ Jatim XXIX  

KABARMADURA.ID | Tidak semua orang memiliki keinginan untuk menjadi penghafal Al-Qur’an. Seperti halnya pria bernama lengkap Absori Qolbi yang sejak remaja sudah bertekad untuk menjadi hafizh. Bahkan, saat ini, ia dipecaya menjadi salah wakil kafilah dari Pamekasan pada ajang usabaqah Tilawatil Qur’an Jawa Timur ke-29 (MTQ Jatim XXIX).

KHOYRUL UMAM SYARIF, PAMEKASAN

Bacaan Lainnya

Sosok yang beralamatkan di Desa Potoan Daya Palengaan Pamekasan bersyukur sebab bisa tampil mewakili Pamekasan pada lomba hifzh Al-Qur’an 30 juz MTQ Jatim XXIX. Saat ini, ia masih memimpin klasmen sementara dengan jumlah nilai 96,5.

“Alhamdulillah bisa maksimal, berkat dukungan dari beberapa lapisan masyarakat, barokahnya dari guru-guru,” paparnya, Minggu (7/11/2021) saat diwawancarai khusus Kabar Madura.

Pemuda kelahiran  Pamekasan, 20 Mei 2002 tersebut mengaku sudah mempersiapkan perlombaan cukup lama, sekitar satu tahunan. Salah satu motivasinya yaitu ingin mengharumkan nama Pamekasan dan Pondok Pesantren (Ponpes) tempat ia menimba ilmu, yaitu Ponpes Banyuanyar.

“Saya menghafal Al Qur’an sejak masuk Sekolah Menengah Atas (SMA) Tahfidz Banyuanyar, baru kelas 3 SMA bisa iklan Al Qur’an 30 Juz,”urainya.

Putra dari pasangan Abdul Halik dan Salma juga mengutarakan, bahwa yang mendorongnya untuk menghafal Al-Qur’an yaitu kedua orangtuanya. Ia juga menceritakan beberapa cara untuk menghafal, yaitu dengan tidak memforsir berlebihan ketika menghafal, istikamah, dan sering mungulang hafalan atau murojaah.

“Biasanya untuk waktu muroja’ah yang pas ketika selesai sholat Subuh. Untuk masa sulit menghafal, pastilah ada, namun jika istikamah bisa terlewati,” ujarnya.

Reporter: Khoyrul Umam Syarif

Redaktur: Muhammad Aufal Fresky

 

 

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *