Kalah Saing dari Swasta, SD Negeri di Sampang Banyak Tutup

  • Whatsapp
(KM.JAMALUDDIN) KONTROL: Disdik Sampang dinilai kurang serius dalam pengelolaan lembaga pendidikan sehingga banyak sekolah gulung tikar.

Kabarmadura.id/Sampang-Fenomena kekurangan siswa pada sekolah negeri di Sampang belakangan ini, mendapat perhatian dari kelompok yang menamakan dirinya Pemuda Bangsal Bersatu (PBB). Sehingga setiap tahun, banyak sekolah, utamanya sekolar dasar (SD) negeri, yang tutup atau digabung dengan SD yang lain.

Lembaga swadaya masyarakat di Sampang tersebut menilai, sekolah di bawah naungan Dinas Pendidikan (Disdik) Sampang tersebut kurang dikelola dengan serius, sehingga kalah saing dengan sekolah swasta.

Ketua umum LSM PBB Abu Bakrin menyampaikan itu dalam audensi yang digelar di kantor Disdik Sampang, Sabtu (11/1/2020).

Sekolah swasta yang mulai banyak bermunculan belakangan ini, menurutnya, lantaran kurangnya minat masyarakat untuk menyekolahkan anaknya ke SD negeri. Sebab, jumlah muridnya selalu tidak memenuhi target minimal rombongan belajar (rombel). Hal itu dianggap mengganggu terhadap efektivitas kegiatan belajar mengajar (KBM).

“Kalau SD dan menengah tetap stagnan seperti ini, maka akan terkesan kalah saing dengan sekolah swasta,” tegasnya.

 

Bakrin juga menganggap, fenomena itu mengakibatkan melambatnya peningkatan terhadap IPM. Sehingga perlu adanya terobosan dan upaya dari Pemkab Sampang, sebagaimana tertera dalam Permendikbud Nomor 36 Tahun 2014 Tentang Pedoman Pendirian, Perubahan dan Penutupan Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah.

Selain itu, ia menyampaikan, dengan adanya sekolah yang tidak memenuhi minimal rombel, segera diregrouping.

“Sekolah yang tidak memiliki standar kelayakan agar segera diregrouping,” imbuhnya

Aktivis muda yang sedang menempuh kualifikasi akademik di program magister pendidikan itu, juga mempertanyakan soal sekolah yang tidak produktif, serta jumlah murid yang tidak mencapai target minimal, kapasitas guru dalam mengajar dan kompetensi kepala sekolah secara manajerial yang nantinya akan berdampak pada perkembangan dan peningkatan mutu pendidikan.

Sementara itu, Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas Pendidikan Sampang Nor Alam dalam audiensi itu, sangat apresiasi atas kepedulian LSM PBB dalam dunia pendidikan. Dia mengakui, tingkat IPM di Sampang yang rendah, perlu membangun sinergi dengan masyarakat untuk saling memberikan mengontrol program pendidikan.

“Saya apresiasi sekali kepedulian rekan-rekan PBB, karena ini akan memberikan kontrol terhadap jalannya program pendidikan, apalagi Sampang tingkat IPM-nya masih rendah,” tuturnya.

Dalam upaya agar sekolah tidak gulung tikar, sudah ada Perbup Nomor 4 Tahun 2019 tentang SDN dan SMPN yang tidak memenuhi target minimal SDN 20 siswa, SMP negeri 32 siswa dengan dua rombongan belajar (rombel), harus ditutup/diregrouping

“Dengan adanya sekolah yang tidak memenuhi target minimal rombel terpaksa akan diregrouping sesuai dengan perbup,” tutupnya. (km49/waw)

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *