Kalapas Sesalkan Polisi Tembak Kurir Narkoba

  • Whatsapp
(FOTO: KM/ALI WAFA) TEGAS: Kepala Lapas Klas IIA Pamekasan secara lantang meminta pihak kepolisian untuk mengungkap jaringan peredaran narkoba.

KABARMADURA.ID, PAMEKASAN – Kepolisian Resor Kota (Polresta) Surabaya mengkonfirmasi adanya pengendali narkoba dari Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Narkotika Klas IIA Pamekasan. Dia berstatus narapidana (napi).

Atas fakta tersebut, Kepala Lapas Hanafi mendesak pihak kepolisian untuk segera mengambil langkah tegas. Dia mengaku sangat mendukung langkah aparat jika benar-benar terdapat napi yang terbukti menjadi pengedar. Menurutnya, polisi harus meringkus dan mengadilinya.

Bacaan Lainnya

Hanafi sejauh ini dikenal selalu lantang dalam menyikapi persoalan narkoba. Dirinya bertekad akan terus melawan peredaran barang haram tersebut. Sebab, ia merusak moral bangsa.

Namun sayangnya, hingga kini belum ada sikap jelas dari Kepolisian Resor (Polres) Pamekasan. Dugaan adanya napi yang menjadi pengendali pengedaran narkoba harus dibuktikan. Jika tidak, ia hanya akan menjadi stigma negatif terhadap Lapas Pamekasan.

“Silahkan diperiksa. Mereka (polisi) yang punya kewenangan. Saya dukung. Bahkan jika benar terbukti ada, saya pukul di depan polisi,” tegasnya.

Pihaknya mengaku hanya bertugas memberikan pembinaan kepada para napi. Jika terbukti ada napi yang melanggar hukum, maka Hanafi merasa tidak sukses dalam melakukan pembinaan. Pihaknya mengaku sudah menghubungi pihak Polresta Surabaya terkait dugaan itu. Namun, hingga kini tidak menemukan jawaban pasti.

Pihaknya mendorong pihak kepolisian agar segera mengungkap dan menangkap otak di balik peredaran narkotika. Bahkan dirinya menyayangkan saat terdapat penembakan terhadap kurir narkoba oleh anggota polisi. Sebab, penembakan tersebut menutup pintu informasi, karena orang meninggal tidak akan bisa dimintai keterangan.

Dia mendorong kepolisian agar tegas membongkar jaringan peredaran narkotika, agar tidak hanya kurir yang hanya mendapatkan komisi tidak seberapa yang menjadi korban, baik korban penembakan aparat kepolisian maupun korban kurungan penjara.

“Tembak gerbongnya! Jangan anak buahnya. Kalau sudah mati, tidak bisa diperiksa dia. Kasihan dapatnya cuma beberapa juta, ditembak mati,” ujarnya, Minggu (10/1/2021).

Wakil Kepala Badan Ansor Anti Narkoba (BAANAR) Kabupaten Pamekasan Dr. Moh Zayyadi juga mendorong aparat kepolisian untuk segera mengungkap otak di balik peredaran dan pengendalian Narkoba di Pamekasan. Menurutnya, narkoba sudah sangat mengakar. Semakin lama dibiarkan, maka akan semakin meluas jaringannya.

“Polisi harus tegas. Geledah! Lalu, tangkap jika ada,” tegasnya. (ali/nam)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *