oleh

Kambing Tanpa Pemilik di Taman Paseban, Satpol PP Angkut ke DLH

Kabarmadura.id/Bangkalan-Taman Paseban yang terletak di depan Masjid Agung Bangkalan biasanya menjadi tempat untuk rekreasi baik bagi warga setempat maupun warga yang dari luar Bangkalan. Akan tetapi, ironisnya selain diramaikan oleh pengunjung juga ada 7 kambing yang diikat di pohon.

Salah satu pengunjung taman, Rahmat menuturkan, kambing yang berada di tengah Taman Paseban tersebut tidak diketahui indentitasnya.

“Saya tidak tahu kambing ini milik siapa, sebab sejak pagi kambing tersebut sudah berada di sini tanpa ada yang mengaku,” jelasnya, Senin (20/7/2020).

Rahmat menyebut, keberadaan kambing yang diikat di pohon Taman Paseban itu akan berdampak buruk terhadap tatanan taman. Sebab taman tersebut seharusnya menjadi tempat pengunjung. Akan tetapi, sekarang malah menjadi tempat kambing.

“Taman biasanya dijadikan tempat untuk bermain para pengunjung akan tetapi disini malah dijadikan tempat kambing sehingga merusak pandangan pengunjung,” paparnya

Sementara itu, kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Bangkalan Anang Yulianto menuturkan, dengan adanya kambing yang berada di Taman Paseban tersebut akan merusak tatanan Taman Paseban.

“Dengan adanya kambing yang berada di tengah taman tersebut akan merusak tatanan taman sebab taman tersebut dijadikan tempat untuk rekreasi,” ungkapnya.

Anang menambahakan, Taman Paseban seharusnya dijadikan sebagai tempat untuk rekreasi sehingga banyak pengunjung di sana akan betah. Bukan malah dijadikan tempat jual beli kambing.

“Taman seharusnya dijadikan tempat untuk bermain dan hiburan, tetapi di sini malah dijadikan tempat jual beli kambing,” jelasnya.

Sayangnya, tidak ada yang mengaku sebagai pemilik kambing tersebut.Karenanya, pihaknya akan berkoordinasi dengan Satpol PP untuk mengamankan kambing tersebut.

Sementara itu Kepala Satpol PP Bangkalan Irman Gunadi menuturkan, keberadaan kambing tersebut memang mengganggu pemandangan dan berpotensi merusak taman .

“Keberadaan 7 kambing yang tidak diketahui siapa pemiliknya¬† akan mengganggu keindahan taman,” ungkapnya.

Gunadi menambahkan, pihaknya akan membawa kambing tersebut sehingga bisa mengetahui siapa pemiliknya.

“Kami akan membawa kambing tersebut, kami akan letakkan di kantor DLH sehingga kita bisa mengetahu siapa pemiliknya. Sebab ketika ditanya tidak ada yang mengaku,” terangnya.

“Nanti, ketika dibawa pasti banyak yang mengaku. Dengan cara seperti itu kami bisa memberikan teguran kepada pemilik kambing tersebut sebab taman dijadikan tempat bermain, bukan menjadi tempat jual beli kambing,” paparnya. (sae/pai)

Komentar

News Feed