Kami Umumkan Madura Itu Terdiri dari 72 Kecamatan

  • Whatsapp

TABRI S MUNIR: REDAKTUR KABAR MADURA

Warga Madura demo walikota Surabaya, menuntut agar operasi swab ant gen di Jembatan Suramadu dibubarkan. Demo tersebut adalah rangkaian dari protes warga yang melintasi Suramadu, karena harus antre panjang sehubungan dengan pelaksanaan operasi tersebut.

Bentuk protes tersebut lahir bukan semata-mata karena individual. Apa pasal hingga lahir protes tersebut? Saya melihat adalah kurangnya pemahaman warga atas protokol yang sedang diberlakukan oleh pemerintah.

Penyebab kurangnya pemahaman itu beragam, karena ketidaktahuan adanya protokol tersebut dan juga tentunya adalah tujuan dari pelaksanaan protokol tersebut. Andai sekelompok warga tahu tentang pelaksanaan protokol melintasi Suramadu dan tujuannya, sedikit banyak protes akan berkurang.

Ya, pemahaman warga akan kebijakan pemerintah itu penting. Maka, sebelum kebijakan itu diberlakukan penting adanya sosialisasi. Mari kita tarik mundur proses operasi swab antigen Suramadu pada 6 Juni 2021 lalu. Kala itu, Walikota Surabaya, Eri Cahyadi memimpin langsung proses operasi swab antigen bekerja sama dengan Polsek Tanjung Perak. Hasilnya, antrean panjang langsung memenuhi jembatan Suramadu. Ribuan kendaraan terjebak di tengah jembatan.

Kala itu, Eri Cahyadi menyampaikan bahwa sudah berkoordinasi dengan bupati Bangkalan, sebagaimana dikutip sebagian besar media massa

“Saya sudah bilang ke bupati Bangkalan, yo ojok dilosno ae (jangan dibiarkan begitu saja). Di sana (Bangkalan) ya diberikan swab antigen sebelum masuk ke Surabaya. Kan ini daerah yang saling melengkapi. Tidak bisa jalan sendiri-sendiri,” kata Eri, saat meninjau penyekatan di Suramadu, Minggu (6/6/2021), maka itu bisa berarti Eri belum sepenuhnya memahami jembatan Suramadu dan membuat keputusan yang tergesa-gesa.

Loh, iya itu sangat tergesa-gesa. Karena nyatanya, pengguna Jembatan Suramadu bukan hanya warga Bangkalan. Mereka juga datang dari Sampang, Pamekasan dan Sumenep. Kordinasi dengan satu bupati dan dadakan tersebut, praktis menjadikan warga Madura selain dari Bangkalan panik.

Kepanikan itu pada akhirnya melahirkan ketidakpercayaan terhadap upaya penanganan Covid-19 melalui operasi di Jembatan Suramadu.

Pemkot Surabaya selaku pengambil kebijakan, gagal melakukan sosialisasi sebelumnya. Tujuan terbesar sosialisasi adalah sebuah proses belajar seumur hidup, di mana individu mempelajari kebiasaan dan kultur masyarakat yang meliputi cara hidup, nilai- nilai dan norma-norma sosial yang terdapat dalam masyarakat agar dapat diterima dan berpartisipasi aktif di dalamnya.

Nah, partisipasi aktif inilah yang tidak terjadi  dalam protokol diberlakukan. Warga yang melintasi Jembatan Suramadu, bahkan berupaya menampilkan sisi perlawanan karena pemberlakuan protokol tersebut dirasa sangat menyiksa bagi pengguna jembatan Suramadu.

Sejatinya, Madura terdiri dari dari empat kabupaten dengan 132 pulau. Penduduknya hampir mencapai 5 juta jiwa. Mereka tersebar di 18 kecamatan di Bangkalan, 14 kecamatan di Sampang, 13 kecamatan di Pamekasan dan 27 kecamatan di Sumenep.

Dari total 72 kecamatan tersebut, pemerintah di Madura, dalam hal ini Bangkalan sudah melakukan kebijakan lockdown lokal untuk 3 kecamatan yang diduga terjadi lonjakan warga terpapar Covid-19, yakni Kecamatan Arosbaya, Kecamatan Bangkalan dan Kecamatan Kecamatan Klampis.

Nah, protokol operasi swab antigen di Suramadu tersebut secara tidak langsung, juga menyasar warga Madura keseluruhan tanpa pandang bulu. Alhasil, warga Madura yang belum tahu apa-apa, menjadi panik, bukan semata-mata terkejut.

Ke depan, kami sebagai rakyat yang tidak memiliki kuasa akan kebijakan, tentunya berharap bahwa seluruh kebijakan yang berimbas langsung pada perilaku sosial, seperti protokol kesehatan dan penyekatan, dilakukan sosialisasi sebelumnya sehingga tidak menimbulkan kepanikan. Apalagi, sudah tidak ada sosialisasi, justru dilakukan dengan represif dengan melibatkan petugas keamanan dalam jumlah besar.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *