Kanal Aspirasi Bukan Bentukan Pemkab Bangkalan

  • Whatsapp
(FOTO: KM/ISTIMEWA) BERDIALOG: Bupati Bangkalan Abdul Latif Amin Imron berdiskusi dengan masyarakat.

KABARMADURA.ID, BANGKALAN – Adanya organisasi Kanal Aspirasi yang mengatasnamakan sebagai aplikasi penyambung lidah Bupati Bangkalan Abdul Latif Amin Imron dengan masyarakat, bukan bentukan atau inisiatif dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bangkalan. Hal tersebut dibenarkan oleh Kepala Bidang Humas dan Protokol Pemkab Bangkalan Erwin Yoesoef, Selasa (7/9/2021).

Meski pihaknya tidak banyak menjelaskan perihal layanan aduan yang mengatasnamakan bupati, namun dipastikan  tim pengelola kanal aspirasi bukan bentukan pemkab. Menurutnya, kanal aspirasi yang beredar di sosial media (sosmed) dan menjadi perbincangan masyarakat bukan kewenangannya atau di luar tugas dan fungsinya (tupoksi).  “Ada tim khusus, tapi di luar protokol,” ujarnya.

Hal senada diungkapkan oleh Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Bangkalan Agus Zein. Dia menyatakan, kanal aspirasi di luar pemerintahan pemerintah daerah (pemda). Namun, tidak menampik dengan adanya kanal aspirasi bisa menjadi upaya untuk menampung aspirasi agar lebih cepat ke bupati.

“Mekanismenya kami belum tahu, karena bukan dari kami yang mengelola. Kami hanya melayani aduan resmi melalui website Pemkab Bangkalan,” tuturnya.

Disinggung mengenai tim pengelola? Agus juga tidak bisa menjawabnya. Sebab, tidak mengetahui siapa yang membuat dan menjalankan kanal aspirasi tersebut. Sehingga, tidak tahu bagaimana mekanisme penyampaian aspirasi melalui kanal tersebut.  “Sementara bukan bentukan dari pemerintahan Bangkalan. Jadi, saya juga belum tau siapa pengelolanya,” paparnya.

Terpisah, salah satu aktivis Bangkalan Zuhud menanggapi layanan pengaduan yang beredar lebih banyak mudaratnya. Dia sangat menyayangkan adanya Kanal Aspirasi. Sebab, cenderung tidak akan efektif. Selain itu, kanal aspirasi akan bergejolak lantaran realitas yang ada masih minim menemui kalangan mahasiswa, lembaga swadaya masyarakat (LSM) serta rakyat sekalipun.

“Jadi masih tidak logis kalau bupati meluncurkan Kanal Aspirasi saat ini. Saran saya kepada Bupati Bangkalan optimalkan peran Kominfo dan juga semua OPD jika tujuannya ingin Bangkalan sejahtera dan tidak usah membentuk aduan jika akhirnya menambah amburadul kinerja pemerintahan,” sarannya.

Menurutnya, hasil pengamatannya keberadaan Kanal Aspirasi berpotensi ke pemilihan kepala daerah (Pilkada) selanjutnya. Tetapi, terlalu jauh dalam konteks pemilihan yang akan datang. Sedangkan tujuannya, hanya untuk menyerap aspirasi masyarakat . “Kami tunggu Kanal Aspirasi Itu akan membuahkan hasil positif, menjadi penyambung  lidah masyarakat atau akan semakin bobrok kinerja pemerintah,” paparnya.

Diketahui, dalam pamflet pembukaan Kanal Aspirasi yang beredar beberapa hari terakhir terdapat foto Bupati Bangkalan Abdul Latif Amin Imron dan tiga nomor whatsApp yang hingga saat ini masih belum diketahui pemiliknya. (ina/ito)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *