Kantongi Izin Lingkungan, Penambang Tetap Enggan Laporkan Aktivitas

  • Whatsapp
(FOTO: KM/IST) MOKONG: Kewajiban melaporkan aktivitas dan produksi tambang galian C tidak dihiraukan, meski mereka sudah memiliki izin UKL UPL.

KABARMADURA.ID, SAMPANG-Sebanyak 10 lokasi tambang galian C yang tercatat sudah mempunyai izin lingkungan di Sampang, diwajibkan memberikan laporan terkait aktivitas penambangan. Sayangnya, hanya tiga penambang yang sudah memberi laporan.

10 tambang itu terdata memiliki izin upaya pengelolaan lingkungan hidup dan upaya pemantauan lingkungan hidup (UKL-UPL).

Bacaan Lainnya

Kabid Penataan dan Pengelolaan Lingkungan (PPL), Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Sampang, Moh. Zainullah mengatakan, jika tidak ada laporan, akan membahayakan masyarakat maupun penambang. Sebab, laporan tersebut untuk memberitahukan kondisi penambangan masih layak beraktivitas atau tidak, serta hasil produksinya.

Laporan itu disampaikan kepada DLH Sampang. Laporan itu bersifat wajib, sehingga Zainullah menyayangkan sikap penambang yang tidak menyetor laporan aktivitas penambangannya.

“Hanya 3 yang melapor ke kami, yang lainnya itu tidak. Padahal ini adalah kewajiban yang harus ditaati dan ini sebagai pengawasan,” tuturnya, Rabu (31/3/2021).

Lantaran minimnya laporan dari penambang, maka petugas DLH  bersama tim lainnya harus turun ke lapangan untuk mengawasi. Pengawasan dilakukan dengan dua jenis, pertama, secara langsung ke lokasi, kedua, dinilai berdasarkan laporan. Sehingga ketika tidak ada laporan, maka petugas wajib turun ke lapangan.

Selain itu, sebagai upaya dalam memberikan ketegasan, para penambang yang tidak menyetor laporan itu diberikan sanksi. Sanksi tersebut berupa surat teguran. Adapun jadwal laporan itu dilakukan per semester atau 6 bulan sekali.

“Secara keseluruhan galian C ini ada 27 lokasi. Cuma yang punya izin likungan itu baru 10. Jadi yang 10 ini harus menyetor laporan aktivitas penambangannya,” imbuh dia.

Kendati demikian, Zainullah masih ingin berprasangka baik. Diperkitakan, penambang yang tidak menyetor laporan karena belum memahami formatnya. Namun enggan belajar atau konsultasi kepada pihak yang sudah paham soal format pembuatan laporan aktivitas tambang galian C ini.

“Problemnya itu mungkin karena tidak tahu formatnya, dan tidak mau tanya. Seandainya tanya, akan kami beri contohnya,” pungkasnya. (mal/waw)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *