Kantor DPRD Diwacanakan Lockdown, Khawatir Naiknya Kasus Pasien Covid-19

  • Whatsapp
(FOTO: KM/ ALI WAFA) AKAN SEPI: Khawatir naiknya angka pasien terinfeksi Covid-19 di Pamekasan, Ketua DPRD Pamekasan Fathor Rohman mewacanakan lockdown kantornya.

KABARMADURA.ID, PAMEKASAN-Meningkatnya kasus Covid-19 di Pamekasan menjadi atensi Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Pamekasan. Bahkan, anggota Komisi IV DPRD Pamekasan Ainul Yakin meyakini, hampir di setiap rumah warga terdapat orang sakit. Hal itu menurutnya menggambarkan bahayanya Covid-19.

“Hampir setiap rumah pasti ada orang yang sakit. Ciri-cirinya sama dengan yang disampaikan dinkes (Dinas Kesehatan Pamekasan),” ucapnya.

Bacaan Lainnya

Menurut Politisi Partai Persatuan Pembangunan (PPP) itu, sebaiknya kegiatan kedinasan di lingkungan DPRD Pamekasan dihentikan secara fisik untuk sementara waktu. Dia menilai, kegiatan work from home (WFH) atau kegiatan kedinasan secara dalam jaringan (daring) lebih tepat diambil saat kondisi wabah Covid-19 semakin buruk seperti saat ini.

Bahkan menurutnya, meski saat ini belum ada anggota DPRD Pamekasan yang terkonfirmasi terinfeksi Covid-19, namun jika kegiatan dan aktivitas dibiarkan berlangsung normal, maka tidak menutup kemungkinan anggota DPRD Pamekasan akan terpapar Covid-19.

Sementara yang diketahuinya, seluruh rumah sakit rujukan di Pamekasan penuh dengan pasien terinfeksi Covid-19.

“Untuk mengurangi penyebaran Covid-19. Bukan memberhentikan semuanya, setidaknya secara virtual,” jelas Ainul.

Bahkan, diungkapkannya, di Kecamatan Kadur terdapat empat orang dalam satu keluarga yang meninggal dunia akibat terpapar Covid-19. Tidak hanya itu, di Desa Tanjung Kecamatan Pegantenan dikabarkan enggan memakamkan jenazah terpapar Covid-19 karena takut terpapar. Kondisi yang mencekam itu menurut Ainul harus diantisipasi dengan cepat.

Meski begitu, Ainul menyimpulkan bahwa kekhawatiran warga Pamekasan itu menandakan bahwa sejatinya warga Pamekasan paham dan sadar bahwa Covid-19 memang benar-benar ada dan membahayakan kesehatan. Namun, di sisi lain, warga abai dalam menerapkan protokol kesehatan. Sementara saat hendak dilakukan vaksinasi warga terprovokasi oleh isu miring mengenai vaksin.

“Sebetulnya masyarakat sudah paham. Yang perlu kita lakukan sekarang ini tentang bahaya Covid-19 dan ciri-cirinya,” saran Ainul.

Dia pun mengusulkan rencana penghentian kegiatan kedinasan secara fisik untuk sementara waktu kepada pimpinan DPRD Pamekasan agar ditindaklanjuti. Menurutnya, Ketua DPRD Pamekasan Fathor Rohman telah merespon usulannya itu untuk kemudian dilakukan kajian lebih lanjut.

Kabar Madura telah berusaha mengonfirmasi Ketua DPRD Pamekasan, namun hingga berita ini ditulis belum ada jawaban dari politisi PPP tersebut.

Kendati begitu, di salah satu media sosialnya, Fathor Rohman memosting gambar tangkapan layar yang berisi percakapannya dengan Ainul Yakin mengenai usulan penghentian kegiatan kedinasan di lingkungan DPRD Pamekasan untuk sementara waktu. Fathor menyebut, akan melakukan kajian lebih lanjut. Namun jika dalam dua hari ke depan kasus Covid-19 terus naik, pihaknya bisa saja melakukan lockdown. (ali/waw)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *