Kantor IBI Sudah Tangani Satu Persalinan

  • Whatsapp
(FOTO: KM/ALI WAFA) BANTU PERSALINAN: Ketua IBI Pamekasan  Siti Maimunah menunjukkan ruang persalinan di kantor IBI Pamekasan, Rabu (28/7/2021)

KABARMADURA.ID, PAMEKASAN– Pemerintah Kabupaten Pamekasan menjadikan Kantor Ikatan Bidan Indonesia (IBI) Pamekasan yang dijadikan sebagai tempat bersalin sementara selama kedaruratan Rumah Sakit Umum Daerah menangani lonjakan pasien Covid-19.  Kedaruratan penanganan persalinan juga sempat terjadi, setelah sejumlah bidan terinfeksi Covid-19.

Guna pelayanan persalinan di kantor IBI tersebut, terdapat sebanyak 10 ruangan dengan 10 tempat tidur yang disediakan IBI, terdiri dari dua ruang untuk unit gawat darurat (UGD). Lima ruang untuk nifas, dua ruang persalinan dan satu ruang observasi.

Selain ruangan, tenaga kesehatan yang bertugas terdapat sebanyak 10 orang bidan. IBI juga menegaskan pihaknya akan melakukan rekrutmen kembali jika dibutuhkan. Kendati begitu, pihaknya telah membangun komitmen dengan sejumlah bidan di Pamekasan yang bersedia dipanggil kapan saja jika dibutuhkan.

“Kami ada banyak bidan on call. Jadi tidak akan kekurangan,” urai Ketua IBI Pamekasan, Siti Maimunah.

Sejak dioperasikan pada Senin, 19 Juli lalu, IBI sudah mulai melakukan penanganan kelahiran pertama bagi ibu hamil pada 24 Juli lalu. Pasien adalah warga asal Kecamatan Pademawu dengan penanganan kelahiran normal.

“Jika bumil mengalami gejala Covid-19, maka akan dilarikan ke rumah sakit. Atau bumil yang membutuhkan tindakan operasi, kita rujuk ke rumah sakit,” ucapnya.

Siti Maimunah menguraikan, difungsikannya kantor IBI Pamekasan sebagai rumah bersalin karena rumah sakit rujukan pasien Covid-19 di Pamekasan penuh. Sehingga bumil yang terinfeksi Covid-19 dan hendak melahirkan membutuhkan penanganan segera. Selain itu, karena angka kasus bidan terinfeksi Covid-19 cukup tinggi, mencapai 120 kasus.

“Karena bidan di tempat prakteknya tidak disediakan APD. Kalau di sini kita APD lengkap,” terang Maimunah.

Namun, dari sekian bidan yang terkonfirmasi terinfeksi Covid-19, yang telah selesai menjalani isolasi mandiri sudah cukup banyak. Maimunah menyebutkan, di lantai dua kantor IBI Pamekasan masih ada ruangan yang bisa difungsikan jika 10 bed yang disediakan di lantai satu tidak memadai. Di lantai dua diperkirakan cukup untuk 40 bed.

Anggota Komisi IV Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Pamekasan Wardatus Sarifah meminta Dinas Kesehatan (Dinkes) Pamekasan dan pihak IBI memperhatikan pembuangan limbah. Hal itu disarankan agar keberadaan kantor IBI sebagai rumah bersalin tidak mengganggu lingkungan sekitar.

“Dinkes harus pastikan pembuangan limbahnya sesuai standar. Dinkes harus bantu IBI,” tukas politisi Partai Nasdem itu. (ali/bri)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *