Kantor Pos Bakal Tinjau Setiap Rumah KPM untuk Validasi Data

(KM/dokumen) VALIDASI: Tim PT Pos Indonesia mulai mendatangi rumah KPM secara langsung, selain mengirim titik koordinat rumah, foto rumah juga dikirim ke Kemensos.

KABARMADURA,ID | BANGKALAN-Data penerima bansos akan divalidasi ulang. Musababnya, ada keraguan dari Dinas Sosial (Dinsos) Bangkalan soal data yang digunakan pada penyaluran Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) triwulan pertama 2022. Ada dugaan, dalam penyaluran itu, terdapat penerima dari kalangan pegawai negeri sipil atau aparat penegak hukum.

Validasi itu akan dilakukan setelah PT Pos Indonesia menyelesaikan penyaluran BPNT triwulan pertama. Rencananya, petugas kantor pos itu akan mendatangi setiap rumah keluarga penerima manfaat (KPM) bansos. Tujuannya, untuk memastikan penerima sudah sesuai dan tepat sasaran.

“Kalau mengacu pada Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS), tentu masih ada kemungkinan penerima yang dari kalangan itu,” ujar Kepala Dinsos Bangkalan Wibagyo Suharta, Senin (7/3/2022).

Bacaan Lainnya

Upaya verifikasi itu juga dilakukan agar tidak ada KPM yang curang dan tidak ada pemotongan atau penggunaan secara paksa terhadap pemanfaatan dana bantuan sosial tersebut. Hasil data verifikasi, nantinya akan menjadi acuan penerima tahap triwulan dua.

Sebab, Wibagyo mengaku tidak tahu data yang digunakan Kementerian Sosial (Kemensos) untuk penyaluran BPNT saat ini merupakan data lama atau data yang sudah diperbaharui. Sehingga masih berpotensi besar banyak penerima yang tidak tepat sasaran.

“Saya tidak tahu yang digunakan ini data yang mana, karena data pembaharuan dari kami juga sudah kami kirim,” ucapnya.

Sedangkan menurut Kepala Kantor PT Pos Indonesia Bangkalan Mudjiburrahman, yang akan dilakukan timnya bukan verifikasi, tetapi mengirim titik koordinat rumah dan mengambil gambar setiap rumah KPM untuk dikirim ke Kemensos.

Kemudian mengenai data yang akan dikirimkan ke Kemensos, Mudjib mengaku tidak terlalu mengetahui betul apakah nanti akan menjadi acuan pencairan bantuan gelombang triwulan kedua atau tidak.

“Kalau itu saya tidak tahu pasti, tugas kami hanya itu saja, selebihnya bukan wewenang PT Pos,” ucapnya mengakhiri.

Reporter: Helmi Yahya

Redaktur: Wawan A. Husna

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.