oleh

Kaos Batik Jadi Ciri Khas Wirausaha Muda Sumenep

KABARMADURA.ID, Sumenep -Wirausaha Muda Sumenep (WMS) mulai mampu berinovasi dengan produk yang sudah diproduksi. Bahkan, saat ini sudah dapat memproduksi kaos yang merupakan ciri khas tersendiri dari WMS Sumenep.

Pemdamping Konveksi WMS Hamzari mengatakan, produk kaos yang berkombinasi bahan batik merupakan hasil kreativitas para pekerja di WMS.

Produk tersebut sekaligus merupakan ciri khas yang diyakini belum ada di daerah lain.

“Alhamdulillah teman-teman sudah berinovasi, yang nantinya akan menjadi ciri khas produk kaos wirausaha,” katanya, Senin (12/10/2020).

Untuk semakin mengembangkan pemasarannya, rencana akan membuka geleri batik dan semacam distro kaos. Opening galeri itu akan segera digarap. Tujuannya, agar WMS semakin maju, termasuk penjualan akan segera dilakukan.

“Sekarang sudah lakukan produksi kaos batik untuk percontohan. Sehingga, nantinya akan diproduksi dengan sebanyak-banyaknya,” tukasnya.

Menurutnya, saat ini batik sudah menjadi pakaian kebanggaan bangsa Indonesia, utamanya di Sumenep.

Konveksi baju batik berkombinasi, menjadi salah satu solusi untuk mendapatkan baju batik, baik untuk seragam, batik couple hingga batik untuk keseharian. Tentu saja, dengan penjahitan yang rapi dan motif yang beragam.

“WMS sudah ada perkembangan yang signifikan dari sebelumnya,” tukas dia.

Harga kaos berkombinasi tersebut dijual seharga Rp80 ribu setiap pcs. Sehingga, hasil yang didapatkan juga banyak. Saat ini mulai memproduksi sebanyak 30 untuk percontohan, untuk berikutnya akan menambah 100 kaos kombinasi dan siap untuk dipasarkan.

“Pemasaran kami juga melalui online,” tukasnya.
Untuk gaji karyawan didapatkan dari hasil produksi. Dalam satu bulan akan mendapatkan hasil lebih dari Rp1,5 juta, namun saat sepi hanya Rp600 ribu.Mereka juga terus berpikir keras untuk memproduksi sehingga tidak monoton.

“Kreativitas teman-teman menentukan hasil yang didapatkan dalam satu bulan,” ujar dia.

Hamzari menjelaskan, selain kaos kombinasi batik, saat ini juga sibuk memproduksi bahan yang lainnya, seperti baju, songkok serta bordiran dan lainnya.
“Minggu ini 500-an kaos, pakaian sebayak 50-an, songkok 15,” ujar dia

Menutut Hamzari, kemampuan stoking dalam setiap hari antara 6 sampai 100 kaos, baju 5 sampai 10 pcs, songkok sampai 30 pcs, bordiran juga produksi 50 sampai 100 pcs.

“Atribut stoking atribut untuk organisasi Ansor sebanyak 100 atribut,” ucapnya.

Manajer Konveksi WMS Muslimatul Lailiyah mengatakan, meski banyak orderan tidak menghambat pada kinerja WMS. Sebab, para pekerjanya sangat banyak dan berkualitas. Sebab, para pekerja merupakan jebolan dari hasil pelatihan selama 6 bulan.

“Ada 35 pekerja orang meliputi bordir 3 orang, kaos 18 orang dan songkok 7 orang dan pakaian 6 orang pekerja mampu menghasilkan produksi untuk orderan,” pungkasnya. (imd/waw)

Komentar

News Feed