Kapal Baru Segera Diserahterimakan

  • Whatsapp

Kabarmadura.id Kapal baru yang dibuat sebagai armada transportasi kepulauan telah selesai dan dilaunching pada Selasa (14/8) lalu. Saat ini, tinggal penyerahan dari rekanan pembuat kapal ke pengguna anggaran, yakni Dinas Perhubungan (Dishub) Sumenep.

Tidak lama lagi, kapal Dharma Sumekar Bahari (DBS III) tersebut akan diserahterimakan.

Sesuai rencana, menurut Kepala Dishub Sumenep Sustono, serah terima kapal antara PT Adiluhung sebagai rekanan pembuat kapal dengan pihaknya, akan dilakukan pada Minggu 28 Oktober 2018.

Teknis penyerahannya, kata mantan kepala Disnaker Sumenep itu, sesuai dengan aturan, yakni, setelah kapal selesai dibuat, maka diserahkan ke pengguna anggaran, dalam hal ini Dishub Sumenep. Setelah itu, pihaknya menyerahkan kepada pengelola kapal, yaitu PT Sumekar.

“Kemudian, karena itu aset Pemkab Sumenep, maka Badan Pendapatan, Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPPKAD) Sumenep memasukkan atau mencatat kapal itu ke dalam aset,” katanya kepada Kabar Madura, Selasa (23/10).

Kendati nantinya diserahterimakan, belum tentu kapal yang menghabiskan anggaran dana Rp36 miliar itu langsung dioperasikan. Pembuatan kapal hasil sharing anggaran antara Pemkab Sumenep dengan Pemerintah Provinsi Jawa Timur tersebut, menunggu kesiapan semua pihak, termasuk pengelola kapal itu sendiri .

“Untuk kepastian operasi perdana kapal itu, kami masih menunggu informasi lebih lanjut, ditunggu saja. Sementara yang akan mengoperasikan kapal itu adalah PT Sumekar,” tuturnya.

Rencananya, kapal tersebut akan melayani rute Kalianget-Arjasa dan Sapeken. Namun, pengiperasian pertama akan digunakan bupati Sumenep dalam rangka safari kepulauan. Safari kepulauan yang rencananya dilaksanakan November, mundur ke bulan Desember.

“Mundurnya itu karena beberapa pertimbangan, salah satunya cuaca,” katanya.

Sementara itu, Humas PT Sumekar Ahmad Novel mengatakan, kapal yang digadang-gadang bisa menaklukkan ombak hingga tiga meter itu, akan dikelola PT Sumekar. Sehingga tanggung jawab secara penuh ada pada perusahan yang bergerak di bidang pelayaran itu.

Untuk itu, pihaknya sejak awal juga sudah menyiapkan pengelolaan konsep untuk mengelola kapal baru. Sehingga kapal itu benar-benar terkelola dengan baik dan memberikan pelayanan maksimal kepada masyarakat, terutama warga kepulauan.

“Kalau soal pelayanan, jelas akan kami lakukan yang terbaik. Sebab kapal itu memang menjadi harapan baru atau menjadi solusi, apalagi selama ini seringkali ada masalah ketika cuaca buruk. Kapal itu tahan ombak tiga sampai empat meter sehingga akan menjadi saat cuaca buruk,” terangnya. (ong/waw)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *