Kapolres Janji Lakukan Pengembangan Kasus Rekayasa Nota Penggunaan DD

  • Whatsapp
(FOTO: KM/FATHPOR RAHMAN) MENYESAL- Mantan Kepala Desa (Kades) Banjar Talela, Kecamatan Camplong, Kabupaten Sampang, AZ (inisial) dan BA, harus mendekam dibalik jeruji besi akibat perbuatannya.

KABARMADURA.ID, SAMPANG -Dugaan pemalsuan nota dan tanda tangan atas penandatanganan yang dilakukan mantan Kepala Desa (Kades) Banjar Talela, Kecamatan Camplong, Kabupaten Sampang AZ (inisial) makin jelas. Pria yang sebelumnya juga dipercaya sebagai tokoh masyarakat (tomas), merekayasa pembuatan nota palsu dalam penggunaan anggaran dana desa (DD) tahun 2018.

Bahkan, tersangka memalsukan tandatangan atas nama H. Madani sebagai pemilik toko maju. Dengan nota pembelian material bangunan senilai Rp13.457.800. Nominal pembelian lebih besar dari harga sebenarnya. Aksi tersebut, diduga kuat melibatkan bendahara desa atas nama BA yang sudah dipenjara sebelumnya.

Bacaan Lainnya

BA membuat stempel palsu untuk merekayasa pembayaran dalam nota. Sedangkan nota itu, dilampirkan dalam dokumen pertanggungjawaban penggunaan anggaran DD tahun 2018 lalu. Penetapan AZ sebagai tersangka, merupakan pengembangan dari kasus pemalsuan stempel yang dilakukan BA. Hal tersebut diungkapkan, Kapolres Sampang, AKBP Abdul Hafidz, Senin (15/02/2021).

“Polisi mengantongi sejumlah barang bukti (BB). Terutama, satu lembar nota yang direkayasa. Kertas yang dipalsukan itu, berisi pembelian material bangunan tertanggal 28 Agustus 2018 dengan tandatangan dan stempel palsu. Ini merupakan hasil penyelidikan kami,” ucapnya.

Pihaknya berjanji, akan mengembangkan kasus itu. Termasuk, melakukan pemeriksaan terhadap laporan pertanggung jawaban di sejumlah desa lain. Diduga, kasus serupa tidak menutup kemungkinan juga terjadi di beberapa desa. “Kami juga akan melakukan pengawasan terhadap penggunaan DD di desa lain,” janjinya.

Untuk diketahui, tersangka AZ sempat buron selama setahun. Dia melarikan diri, dengan berpindah-pindah antara Jakarta dan Surabaya. Akhirnya, AZ ditangkap saat diketahui pulang ke rumahnya di Desa Banjar Talela. AZ tersandung kasus hukum dengan dasar laporan kepolisian Nomor: LP/226/X/2019/JATIM/RES.SPG. Akibat perbuatannya, dia diancam pasal 263 ayat 1, dan 2 KUHP jo Pasal 55 ayat 1 ke 1e KUHP, dengan ancaman kurungan 6 tahun penjara. (man/ito)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *