oleh

Kapolsek Relakan Kantornya Jadi Tempat Belajar Daring

Kabarmadura.id/BANGKALAN-Kegiatan belajar mengajar (KBM) di sekolah dengan tatap muka, masih belum bisa dilaksanakan dengan memaksa para siswa harus belajar secara daring. Tidak semua siswa mempunyai sarana untuk belajar secara daring, baik karena tidak adanya gawai, paket internet maupun karena kendala jaringan internet.

Masalah tersebut, menjadi perhatian dari Polisi Sektor (Polsek) Socah. Para anggota di polsek tersebut akhirnya mengajukan izin kepada kapolsek setempat agar fasilitas wifi bisa digunakan untuk membantu para siswa yang akan belajar daring.

Usul dari para anggota polsek tersebut akhirnya disetujui dan bahkan difasilitasi oleh Kapolsek SocahAKP Hartanto. Selain mempersilakan akses wifi digunakan, AKP Hartanto juga memfasilitasi dengan satu gawai, mesin fotocopy dan mesin printer. Alhasil, setiap harinya banyak siswa yang memanfaatkan akses wifi gratis tersebut.

Jika biasanya Polsek Socah digunakan untuk pelayanan masyarakat,kini tak ubahnya seperti sekolah bagi anak-anak yang membutuhkan jaringan dan sarana belajar selama daring.

“Kami kan punya wifi di polsek.  Bagaimana kalau kami manfaatkan saja untuk kegiatan positif bagi anak-anak. Penyediaan wifi gratis ini akan kami upayakan hingga siswa kembali sekolah tatap muka lagi atau tidak perlu wifi lagi,” ujarnya, Kamis (6/8/2020).

Setiap harinya setidaknya ada sekitar 4 hingga 9 anak datang untuk memanfaatkan wifi gratis yang ada di Polsek Socah. Selain menyediakan wifi gratis, dia juga memfasilitasi siswa dengan sarana handphone 1 buah, fotocopy dan print.

“Terkadang handphone milik petugas yang dipinjamkan, jika anak tidak memiliki alat elektronik untuk belajar,” jelasnya.

Kegiatan yang sudah dilakukan selama satu pekan ini, diakuinya tidak mengganggu aktivitas petugas dalam melayani warga. Bahkan, dia telah menyiapkan petugas untuk menemani siswa belajar selama 24 jam. Sehingga, siswa yang ingin belajar namun terkendala dengan jaringan dan perangkat bisa datang ke Polsek Socah kapan saja.

“Yang penting protokol kesehatan harus tetap dilaksanakan. Harus pakai masker kesini. Ini juga sebagai bentuk kepedulian kepada masyarakat. Dekat dengan petugas agar tidak ada jarak antara polisi dan masyarakat. Kami juga berharap  jangan jauhi polisi apapun permasalahan kami siap membantu,” harapnya.

Lelaki asli Klaten, Jawa Tengah ini menuturkan, penyediaan wifi dan sarana belajar selama daring ini diambilkan dari penyisihan anggaran kas anggota bhabinkamtibmasnya. Bahkan, dia juga tidak keberatan membelikan kuota bagi siswa miskin yang terkendala kuota dan jaringan.

“Penyediaan wifi ini tidak dipungut biaya sepeserpun. Minimal dapat barokah,” terangnya.

“Mereka sudah seperti anak saya sendiri, saya malah senang kalau ada siswa yang mau belajar disini,” ucap Bripka Khoirul Anam yang menemani para siswa hari itu.

Bukan hanya siswa yang memanfaatkan fasilitas tersebut, Bripka Anam menceritakan juga terdapat mahasiswa yang ikut mampir menggunakan wifi gratis untuk kegiatan perkuliahannya. (ina/bri/waw) 

 

Komentar

News Feed