Kapolsek Sesalkan SMPN 1 Batumarmar hanya Lapor Dinas, bukan Polisi

  • Whatsapp
(FOTO: KM/ALI WAFA) DISESALI: Kapolsek Tamberu Iptu Safril Selfianto menyesali tidak adanya laporan kepada pihak kepolisian terkait ancaman kepada warga SMPN 1 Batumarmar

KABARMADURA.ID | PAMEKASAN -Ancaman terhadap warga sekolah SMPN 1 Batumarmar oleh penjaga sekolah hingga kini belum dilaporkan kepada pihak Kepolisian Sektor (Polsek) Tamberu. Kapolsek Tamberu Iptu Safril Selfianto menyesali hal itu, sebab pihak SMPN 1 Batumarmar hanya melapor kepada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Pamekasan.

Menurut Iptu Safril, seharusnya pihak SMPN 1 Batumarmar melapor kepada Polsek Tamberu. Sebab menurutnya, jika hanya melapor kepada Disdikbud, pihak dinas tidak bisa memberikan perlindungan dan menjamin keamanan dan ketertiban sekolah. Sementara baginya, menjaga keamanan dan ketertiban merupakan kewajibannya.

Bacaan Lainnya

“Karena saya sampai dipanggil Pak Kapolres, kok tidak ada laporan. Malah lapornya ke Dinas,” ucapnya.

Kendati begitu, Iptu Safril tidak tinggal diam. Saat mengetahui SMPN 1 Batumarmar terancam, pihaknya langsung mengambil langkah. Bahkan, kunci gerbang dan kunci sekolah yang dirampas oleh penjaga sekolah berhasil direbut kembali. Sekolah pun akhirnya dapat dibuka kembali. Pengambilan kunci tersebut didampingi oleh kepala Desa Blaban.

Safril memaklumi tindakan penjaga sekolah yang hingga saat ini masih berstatus aparatur sipil negara (ASN) itu. Sebab, penjaga sekolah tersebut memang diketahui mengalami gangguan jiwa. Bahkan menurutnya, seluruh warga setempat sudah mengerti dengan kondisi kejiwaan si penjaga sekolah.

“Seandainya lapor ke kami. Kami jemput, kami bawa ke rumah sakit jiwa,” ujarnya.

Karena penjaga sekolah masih berstatus ASN, Iptu Safril menyarankan agar penjaga yang bersangkutan dipindah tugaskan dari SMPN 1 Batumarmar. Sebab, jika masih bertugas di sekolah tersebut, dikhawatirkan menjadi ancaman bagi para siswa dan mengganggu proses kegiatan belajar mengajar (KBM). Dia sendiri mengaku heran bagaimana dia bisa menjadi ASN.

“Kalo saran saya dipindah saja. Pindah ke pemda, biar Pak Bupati tahu,” tambah Safril.

Meski begitu, ia menambahkan, yang bersangkutan hanya menimbulkan kekacauan di sekolah. Sementara itu, Kepala Desa Blaban, Kecamatan Batumarmar Sukriyanto membenarkan, bahwa penjaga sekolah itu saat ini sedang mengalami gangguan pikiran.

 

“Untuk sementara ini dia memang sedang tidak baik-baik saja,” ungkapnya.

Reporter: Ali Wafa

Redaktur: Muhammad Aufal Fresky

 

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *