Kapten Madura United: Ruh Agama di Indonesia adalah Pesantren

  • Whatsapp
(FOTO: KM/MUKHTARULLAH) SEMANGAT: Para pemain Madura United saat uji coba dengan Arema Malang di Stadion Kanjuruhan Malang.

KABARMADURA.ID – Skuad Madura United menyambut hangat Hari Santri Nasional (HSN) pada 22 Oktober 2020 mendatang. Mereka berpandangan tanpa adanya pesantren, mungkin Indonesia tidak penuh kedamaian seperti saat ini.

Kapten Madura United Fachrudin Aryanto menyampaikan, dengan adanya HSN, semua orang patut bersyukur. Tanpa pesantren, Indonesia bakal kehilangan ruh agama.

Bacaan Lainnya

“Saya berharap, semoga pesantren-pesantren yang ada bisa lebih modern, dan santrinya bisa terjun ke dunia yang terbuka seperti saat ini,” ungkapnya pada Kabar Madura, Rabu (21/10/2020).

Menurutnya, di HSN ini semua masyarakat dapat merasakan kesejukan-kesejukan santri, sehingga patut untuk dirasakan bersama oleh seluruh masyarakat. Selain itu dirinya mengungkapkan, tanpa adanya pesantren mungkin pengetahuan akan tampak gersang.

Begitu juga disampaikan oleh pemain muda Madura United, Erik Gamis Sanjaya. Risalah kepesantrenan, ujarnya, tidak boleh ditinggalkan, karena banyak sumber pengetahuan yang mengalir lewat santri dari pesantren.

“Bahkan saya banyak mengetahui ilmu keagamaan itu dari pesantren, yang diajarkan santri kepada saya,” ungkapnya.

Senada dengan yang disampaikan sebelumnya, Mochammad Kevy Syahertian menyebutkan, bahwa di HSN ini menjadi momentum yang sangat pas untuk bisa kembali ke pesantren dengan menjunjung nilai-nilai keagamaan yang santun.

“Saya mendapatkan banyak pengalaman, dari cara mengaji yang benar, cara beradab dan berperilaku yang baik, dan tahu lebih dalam tentang agama semuanya dari pesantren,” tutupnya. (km55/nam)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *