Karapan Sapi Sampang, Berlangsung di Tengah Wabah Covid-19

  • Whatsapp
(FOTO: KM/FATHOR RAHMAN) BERKERUMUN: Ratusan orang menyaksikan karapan sapi di Desa Apaan Kecamatan Pangarengan Kabupaten Sampang.

KABARMADURA.ID, SAMPANG -Kegiatan karapan sapi di Desa Apaan, Kecamatan Pangarengan Kabupaten Sampang, dibiarkan berlangsung di tengah wabah Covid-19. Fakta di lapangan, dalam event tradisional itu, ratusan penikmat kerapan sapi berdatangan langsung untuk menyaksikan kegiatan tersebut.

Pantauan di lokasi, belasan pengerap beradu kekuatan kecepatan sepasang sapinya. Perlombaan dimulai sejak sekitar pukul 09.00 wib. Namun, peserta hanya berasal dari kabupaten Sampang. Sehingga karapan sapi berlangsung selama dua hari. Yakni, sejak hari sabtu hingga Minggu (28/3/2021).

Namun, selama dua hari tidak ada operasi tegas di lokasi mengenai dampak wabah Covid-19. Sedangkan, kegiatan Karapan Sapi Piala Presiden pada akhir tahun 2020 lalu, gagal terlaksana akibat kebijakan wabah Covid-19.

“Sudah berlangsung dua hari mas.  Tapi saya hanya menonton hari ini. Hampir setiap sudut lokasi dipenuhi penonton,” kata Ali Nurdi, salah satu penonton karapan sapi.

Ditanya soal pemakaian masker? Dia mengaku, sudah terbiasa memakai masker. Namun diungkapkan, jika memang banyak penonton yang tidak menggunakan masker. Sehingga, pihaknya memilih hanya menonton setengah hari.

Disinggung mengenai operasi dari polisi? Pihaknya mengaku, tidak ada operasi apapun di lokasi. Sehingga kegiatan karapan sapi berlangsung aman. “Saya tidak tahu ada operasi atau tidak. Yang jelas, tadi karapan sapi tetap berlangsung aman,” ungkapnya.

Sementara itu, Kapolres Sampang, AKBP Abdul Hafidz belum bisa memberikan keterangan secara langsung mengenai keberlangsungan kegiatan karapan sapi di tengah mewabahnya Covid-19. Menurutnya, kepastian pelaksanaan tersebut bisa langsung ditanyakan  terhadap gugus tugas Covid-19.

“Silahkan langsung berkoordinasi dengan gugus tugas ya mas. Dari laporan gugus tugas, belum ada pelanggaran di zona hijau,” responnya.

Sedangkan, Humas Gugus Tugas Penanganan Covid-19, Agus Mulyadi belum bisa memberikan komentar. Meski, beberapa kali dihubungi melalui nomor ponselnya, baik via pesan singkat Whatsapp (WA) maupun telepon langsung tidak tersambung. (man/ito)

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *