Karena Puasa Tidak Sekadar Lapar dan Dahaga

  • Whatsapp
(FOTO: KM/Spesial for KM) INDRA WAHYUDI: Wakil Ketua DPRD Sumenep

KABARMADURA.ID – Melaksanakan kewajiban berpuasa, tidak sekedar ibadah rutinitas dengan menahan lapar dan dahaga yang dilaksanakan umat muslim selama satu bulan setiap tahun. Di samping itu, ada banyak hikmah yang bisa dipetik.

Salah satu hikmah Ramadan adalah dari sisi sosial. Momenten Ramadan bisa menjadi kesempatan untuk meningkatkan kesalehan sosial. Meningkatkan ukhwah islamiah, solidaritas, persahabatan semakin erat. Karena biasanya, silaturrahmi semakin sering dilakukan ketika bulan Ramadan.

Hikmah lain yang bisa dipetik adalah interaksi perekonomian masyarakat semakin meningkat. Karena terjadi fenomena saling mengisi antara kebutuhan masyarakat dengan penyedia kebutuhan itu sendiri.

Sehingga dari sisi ekonomi, kendati saat masih dalam posisi pandemi Covid 19, nampak seperti tidak ada pandemi, sisi perekonomian masyarakat juga kembali hidup.

Rutinitas di pagi hari di bulan Ramadan, aktivitas di pasar juga luar biasa. Di sore hari ramai masyarakat mencari takjil sebagai hidangan buka puasa. Ekonomi masyarakat di bulan Ramadan hidup meski sedang pandemi.

Kebiasaan buka bersama masyarakat Indonesia, khususnya Sumenep, ini juga bisa memutar roda ekonomi masyarakat lainnya.

Memang warung-warung tutup ketika siang hari di bulan. Tapi menjelang buka puasa, warung buka dan lebih ramai dibanding hari-hari biasa. Ini berkah kepada masyarakat pemilik warung.

Jadi, interaksi perekonomian masyarakat semakin hidup ketika bulan Ramadan. Hal itu karena salah satu hikmah yang bisa dipetik di bulan yang penuh berkah ini.

Di samping itu juga, Ramadan menjadi momentum untuk beribadah kita kepada Allah, dalam rangka meningkatkan kesabaran, meningkatkan kualitas keimanan dan ketkwaan.

Banyak hikmah lainnya, seperti dari sisi kesehatan, bisa meningkatkan kesehatan jasmani dan rohani.

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *