oleh

Karya Batik Wirausahan Muda Sumenep Diperagakan Putri Indonesia

Kabarmadura.id/Sumenep-Wirausahawan Muda Sumenep (WMS) mendapatkan undangan khusus untuk menampilkan hasil kreasi membatiknya di grand launching Etnura Fashion Indonesia dengan present “MelirikMelurik” yang digelar di Hotel Grand Mercure, Surabaya (3/12/2019).

Pada acara tersebut, WMS di bagian kreasi membatik yang berada di bawah binaan Enterpreneur Training and Development Center (ETDC). Bekerja sama dengan desainer, WMS berhasil menyita perhatian masyarakat dan merupakan satu-satunya delegasi Kabupaten Sumenep yang bersaing dengan berbagai daerah lain se-Jawa Timur.

Busaki selaku pendamping pada pelatihan keterampilan berwirausaha di bidang membatik menyampaikan, pada grand launching hasil kreasi anak WMS, diperagakan oleh putri terbaik Jawa Timur. Sedikitnya ada 5 busana batik yang dilaunching pada acara fashion tersebut.

“Kami memang diundang khusus untuk bergabung menampilkan karya-karya kami, saya sendiri tidak menyangka kalau akan ditampilkan di acara semeriah ini, kami kebetulan bekerja sama dengan desainer kami mas Imam Mustafa,” katanya, Selasa (3/12/2019).

Lelaki yang aktif mendampingi para pesertanya dalam berlatih itu menambahkan,      ketelatenan dan kesabaran peserta dalam menekuni kreativitas membatik, terus mendapatkan perhatian dan lirikan dari berbagai daerah, apalagi di lingkungan Pemkab Sumenep, produk WMS sudah menjadi langganannya.

Termasuk keterlibatan WMS di level Jawa Timur ini, adalah sebuah bukti nyata bahwa proses sudah mulai dan menemukan langkah untuk lebih bersemangat dalam berkarya. Sehingga menurutnya, undangan launching adalah menjadi cambuk penyemangat untuk lebih berinovasi.

“Kami masih belum menyangka, bagai mimpi, acaranya sangat keren ini soalnya, terbayang-bayang dari tadi. Putri Indonesia loh yang pakai hasil karya kami,” imbuhnya.

Menurutnya, keterlibatan WMS pada acara yang digelar di Jalan A. Yani Surabaya itu, juga dapat menjadi salah satu kesempatan untuk berinovasi dengan melihat beberapa karya untuk dijadikan sebagai referensi untuk lebih memasukkan nilai seni dan kaya makna pada setiap gambar yang akan tampil di perwajahan lukisan batik nanti.

Tetapi yang pasti, batik-batik yang sudah ditampilkan memuai apresiasi dari beberapa peserta, dan sementara ini kelompoknya tidak lantas berbangga hati, karena masih banyak tantangan yang harus dihadapi untuk langkah selanjutnya.

“Kami selalu berusaha memberikan yang terbaik untuk WMS ini, karena kebetulan hadir ke acara ini mbak Arumi Bachsin, kami memberikan batik kami sebagai kenang-kenangan,” paparnya.

Menurut Busaki, Imam Mustafa selaku desainer yang tentunya harus jeli dalam memilih busana yang akan didesain mengutarakan alasan mengapa harus memilih WMS yang akan dipromosikan di acara launching tersebut.

“Yang pasti saya tidak sembarangan memilih patner, pertaruhannya adalah nama saya, sehingga pilihan mendesain batik WMS ini tidak ada alasan lain selain ketelatenan dalam proses pembuatannya, tampak sangat bagus di mata saya,” tuturnya. (ara/waw)

Komentar

News Feed