oleh

Karya STIEBA Madura Dapat Pengakuan KI

Kabarmadura.id/SUMENEP-Meskipun kampus Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi KH Bahaudin Mudhary (STIEBA) Madura tergolong baru di Madura, tetapi karya-karya dosen, direksi, pramubakti, staf, mahasiswa, bahkan satpamnya telah mendapatkan pengakuan kekayaan intelektual (KI/Haki/HKI) dari Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia, tertanggal 7 April 2019.

Karya-karya yang ditulis oleh para civitas akademika STIEBA Madura ini berupa puisi yang dihimpun menjadi 10 buku antologi puisi, setiap buku rata-rata berisi 32 penulis. Adapun judul bukunya adalah  Dhalubang Marta.

Para penulis akan mendapatkan sertifikat yang ditandatangi oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Direktur Jenderal Kekayaan Intelektual Dr. Freddy Harris, S.H., LL.M., ACCS. Jangka waktu perlindungan tersebut berlaku selama 50 tahun sejak ciptaan tersebut pertama kali dilakukan pengumuman, 11 Maret 2019 di Sumenep.

“File sertifikat akan kami berikan kepada pencipta dan pemegang hak cipta. Menyusul sembilan buku lainnya,” ungkap Direktur Akademik dan Kemahasiswaan STIEBA Madura Agung Purnomo kepada Kabar Madura, Senin (8/4).

Agung menambahkan bahwa  peningkatan kualitas mahasiswa dan para civitas akademika STIEBA Madura tidak akan berhenti sampai di sini tetapi akan terus ditingkatkan secara bertahap ke level lebih tinggi. Ia berharap semua civitas akademika STIEBA Madura bisa semakin semangat untuk menulis dan mengembangkan literasinya. (mad/rei)

Komentar

News Feed