oleh

Kasatreskrim Sampai Bersumpah di Hadapan Pendemo, Janji Tangani Kasus Pelecehan Kiai

Kabarmadura.id/PAMEKASAN–Sebaigaimana dijanjikan sebelumnya, warga Nadliyin Pamekasan mengultimatum Kepolisian Resor (Polres) Pamekasan selama tiga hari untuk mengungkap dan menangkap pemilik akun facebook bernama Muhammad Izzul yang dinilai telah melecehkan ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Pamekasan.

Namun karena selama tiga hari upaya Polres Pamekasan tidak kunjung membuahkan hasil, warga Nahdliyin yang diperkirakan mencapai 10 ribu orang datang kembali dan mengepung Mapolres Pamekasan, Jumat (9/10/2020).

Mereka melakukan istigasah dan mendesak Polres Pamekasan untuk segera melakukan tindakan terhadap kasus pelecehan ulama NU tersebut.

Warga Nahdliyin yang terdiri dari ribuan pengurus NU dan badan otonom (banom) di lingkungan PCNU Pamekasan itu, datang menyerukan keadilan dan menuntut Polres untuk bertindak tegas serta tidak tendensius terhadap kelompok tertentu.

Bahkan Koordinator Lapangan (Korlap) aksi Maltuful Anam menegaskan kepada Polres untuk tidak gentar dalam mengusut kasus tersebut.

Maltuf berusaha meyakinkan Polres bahwa kekuatan NU di Pamekasan lebih kuat dari kelompok manapun serta jumlah jamaah NU lebih banyak dari kelompok manapun, sehingga Polres tidak perlu takut untuk mengungkap kasus pelecehan tersebut.

“Kami siap berada di belakang Polres, melindungi Polres jika Polres merasa terintimidasi dan takut dalam mengungkap kasus ini,” tukasnya.

Tidak hanya itu, salah satu orator aksi menyayangkan lambannya proses penyelidikan yang dilakukan Polres Pamekasan, sementara pada kasus yang sama yang menimpa pihak lain, Polres bisa dengan mudah mengungkap dan menangkap pelaku dalam hitungan hari.

TUNTUT: Ribuan Warga Nahdliyin memadati sepanjang Jalan Stadion Pamekasan menuntut Polres Pamekasan segera mengungkap dan menangkap pemilik akun facebook Muhmmad Izzul.

Faqih menilai, pihak Kepolisian seharusnya bisa dengan mudah mengungkap pelaku karena polisi memiliki tim cyber serta dilengkapi sejumlah alat canggih yang bisa dengan mudah mengungkap identitas pelaku.

Menurutnya, dengan kecanggihan teknologi seperti saat ini, mustahil jika kepolisian tidak bisa mengungkap pelaku, kecuali jika kepolisian memiliki tendensius terhadap kelompok tertentu.

Dengan tegas Faqih mengatakan di hadapan pihak kepolisian dan ribuan massa aksi, bahwa aksinya tidak akan berkhir sampai hari ini saja.

TUNTUT: Ribuan Warga Nahdliyin memadati sepanjang Jalan Stadion Pamekasan menuntut Polres Pamekasan segera mengungkap dan menangkap pemilik akun facebook Muhmmad Izzul.

Pihaknya berjanji akan melakukan aksi lebih besar lagi dengan melibatkan massa aksi lebih banyak lagi jika pihak kepolisian terus menerus lembek dalam mengungkap kasus tersebut.

Bahkan Faqih menyebut bahwa puluhan ribu warga Nahdliyin Pamekasan siap berdarah-darah jika pihak kepolisian tidak segera mengambil langkah tegas.

Pihaknya ingin membuktikan bahwa NU yang selama ini diam dan bersabar serta tidak pernah berbuat kegaduhan di Pamekasan bisa membuat wajah Kota Pamekasan rata dengan tanah dan banjir dengan darah.

“Hari ini kami hanya mengalirkan keringat, tapi di esok hari, kami siap mengalirkan darah jika marwah ulama NU dilecehkan oleh siapapun,” tegasnya diiringi seruan setuju ribuan masa aksi.

Bahkan salah satu orator Taufikur Rahman menegaskan kepada Kapolres Pamekasan yang baru saja bertugas di Pamekasan, bahwa siapapun yang berani menggangu NU maka akan hancur dan hina.

“Siapapun yang berani melawan NU, mengusik NU, siapapun itu, dia akan hancur, Ya Qahhar, Ya Jabbar,” teriaknya diikuti seluruh masa aksi.

TUNTUT: Ribuan Warga Nahdliyin memadati sepanjang Jalan Stadion Pamekasan menuntut Polres Pamekasan segera mengungkap dan menangkap pemilik akun facebook Muhmmad Izzul.

Aksi massa itu membuat Polres Pamekasan harus mengalihkan jalur transportasi dari Jalan Stadion ke Jalan Bonorogo.

Sepanjang aksi, massa terus melantunkan nyanyian Hubbul Wathan dan Solawat Badar serta Solawat Asyghil.

Nyanyian dan sloawat itu disenandungkan ribuan masa dengan berdiri. Mereka merasa terpanggil bahkan sempat bermaksud mengamuk kepada aparat kepolisian karena jengkel namun berhasil diredam oleh sejumlah kiyai muda yang memimpin aksi.

Sementara itu, Kapolres Pamekasan AKBP Apip Ginanjar menjelaskan kepada seluruh masa aksi bahwa pihaknya telah berusaha keras untuk mengungkap dan menangkap pelaku. Namun hasil dari usahanya nihil.

Dia mengatakan, pihaknya kesulitan dalam mengungkap pemilik akun Muhammad Izzul karena dalam akun tersebut pelaku tidak meninggalkan jejak identitasnya.

“Untuk kasus yang menimpa ketua PCNU Pamekasan, pelakunya cukup lihai,karena menggunakan full anonim akun,” terang Apip.

Karenanya, pihaknya telah melimpahakn kasus tersebut kepada Kepolisan Daerah (Polda) Jawa Timur pada 7 Oktober lalu untuk diselidiki lebih lanjut.

Merasa dituding telah bermain-main dengan kasus ini, Kasatreskrim Polres Pamekasan Pamekasan AKP Adhi Putranto Utomo bersumpah atas nama Allah di hadapan ribuan masa aksi bahwa pihaknya tidak memiliki tendensius terhadap siapapun dan pihaknya telah bekerja profesional dalam kasus ini.

“Demi Allah, demi Allah, saya bersumpah, Pak Kapolres bersumpah di sini, kami tidak ada tendensi apapun, tidak ada kepentingan apapun dalam mengungkap kasus ini. Yang benar akan dibenarkan, yang salah akan disalahkan,” tegas Adhi. (ali/waw)

Komentar

News Feed