Kasi Datun Kejari Pamekasan Siap Berkolaborasi untuk Berikan Perlindungan Hukum

(FOTO: KM/KHOYRUL UMAM SYARIF) Herpin Hadat: Kepala Seksi (Kasi) Perdata dan Tata Usaha Negara (Datun) Kejaksaan Negeri (Kejari) Pamekasan

KABARMADURA.ID | Menjadi aparat penegak hukum tentunya memiliki banyak risiko. Mulai dari intimidasi hingga ancaman pembunuhan biasanya pernah dialami setiap aparat penegak hukum. Seperti halnya yang dialami oleh Kepala Seksi (Kasi) Perdata dan Tata Usaha Negara (Datun) Kejaksaan Negeri (Kejari) Pamekasan, Herpin Hadat.

KHOYRUL UMAM SYARIF, PAMEKASAN

Pria kelahiran Sumenep, 12 Agustus 1984 itu mengaku telah mengalami pahit manisnya setiap proses dalam menjalani tugas dan tanggung jawabnya sebagai abdi negara. Salah satu contohnya ketika bertugas sebagai Kepala Seksi (Kasi) Tindak Pidana Khusus (Pidsus) Kejaksaan Negeri (Kajari) Kota Bajawa Nusa Tenggara Timur. Saat itu, ia menangani kasus korupsi mantan bupati Bajawa, sekretaris daerah (sekda) Bajawa, dan kepala Badan Pertanahan Negara (BPN) Bajawa.

Bacaan Lainnya

Ia bercerita, selama empat bulan, sejak melakukan penahanan terhadap oknum yang terlibat korupsi miliaran rupiah itu, ia kerap kali menerima teror dari pihak yang tidak menerima atas tindakannya tersebut. Namun, hal itu tidak membuatnya patah semangat. Ia terus menggempur koruptor sesuai dengan tugas pokok dan fungsi (tupoksi)-nya sebagai abdi negara di Kejari Bajawa. Seiring berjalannya waktu, ia mendapatkan banyak dukungan dari masyarakat untuk mengusut tuntas dan menindak tegas pihak yang terlibat dalam kasus korupsi tersebut.

“Selama empat bulan pikiran saya itu down, bekerja diteror, baik lisan, maupun tulisan. Ada yang mengancam sampai ke rumah dinas, sampai ditongkrongin beberapa orang yang tidak dikenal, itu tantangan terberatnya,” ulas Herpin, sapaan akrabnya, Kamis (23/12/2021).

Lulusan Program Studi Magister Hukum Universitas Udayana itu mengungkapkan bahwa dirinya mengambil hikmah dari berbagai situasi mencekam yang dihadapinya. Ia mengaku setiap tugas yang diembannya sesuai dengan aturan perundang-undangan. Sehingga ia percaya diri dalam menindak siapa pun yang terlibat dalam persoalan hukum.

“Saya yakin jika bekerja ikhlas dan benar sesuai hukum, lalu diiringi dengan doa dan dukungan keluarga, insya Allah setiap rintangan dan musibah akan terlewati,” tutur Herpin.

Mantan Kasi Pidsus Kejari Sumenep itu juga mengutarakan, sejak menjalankan tugas barunya di Kejari Pamekasan pada Maret lalu, ia bertekad untuk terus berkolaborasi dengan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pamekasan, Kepolisan, dan berbagai institusi lainnya. Hal tersebut sebagai upaya untuk memberikan perlindungan hukum kepada masyarakat

“Saya akan dorong pemerintah daerah, saya akan lebih aktif untuk memberikan pendidikan hukum kepada masyarakat. Ini yang akan kami terus ikhtiarkan di tahun 2022,” pungkasnya.

Redaktur: Muhammad Aufal Fresky

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.