Kasus Baru Covid-19 Bangkalan Melonjak, RSUD Sarankan Isoman

(FOTO: KM/HELMI YAHYA) PERAWATAN: RSUD Syamrabu Bangkalan mulai merawat kembali kasus baru Covid-19 di Bangkalan. Sejumlah pasien yang datang hanya gejala ringan.

KABARMADURA.ID | BANGKALAN-Kasus aktif Covid-19 di Bangkalan mencapai angka 425 orang.  Jumlah tersebut didapat dari hasil pelacakan 72 orang yang terkonfirmasi positif Covid-19 per Jum’at (18/2/2022). Dengan begitu, jumlah itu termasuk yang melakukan kontak langsung dengan kasus positif Covid-19.

Wakil Direktur RSUD Syamrabu Bangkalan Farhat Suryadiningrat menyampaikan, pasien Covid-19 yang datang ke RSUD Syamrabu Bangkalan saat ini rata-rata bergejala sedang dan ringan.

Kondisi pasien Covid-19 kini berbeda dengan varian delta yang sempat mewabah pada pertengahan 2021 lalu. Karena saat itu, pasien datang ke rumah sakit sudah dengan gejala berat, termasuk berkomorbid.

Bacaan Lainnya

“Sekarang pasien datang dengan gejala sedang, bahkan ringan, Kalau ringan kami arahkan isoman (isolasi mandiri) sesuai dengan petunjuk Kemenkes (Kementerian Kesehatan),” katanya.

Status terkini Covid-19 berdasarkan data Dinas Kesehatan (Dinkes) Bangkalan per 17 Februari 2022 menyebutkan, kasus baru terdata sejumlah 72 orang. 53 orang di antaranya terjadi kontak dan 19 orang lainnya dinyatakan bergejala. Total kasus aktif terdata sejumlah 425 orang.

Dari total 425 kasus Covid-19 aktif (belum sembuh), sejumlah 227 orang di antaranya menjalani isolasi di fasilitas isolasi terpadu (isoter). 49 orang lainnya menjalani perawatan di RSUD Syamrabu Bangkalan.

Lonjakan itu cukup signifikan dalam sebulan terakhir. Pasalnya, sepekan sebelumnya, atau pada 9 Februari 2022, kasus baru terdata sejumlah 37 orang. 26 orang di antaranya terjadi kontak dan 11 orang lainnya dinyatakan bergejala. Sedangkan total kasus aktif terdata sejumlah 120 orang.

Dari jumlah itu, 137 orang menempati isoter di luar Bangkalan dan 12 orang lainnya menjalani perawatan di rumah sakit di luar Bangkalan.

Menurut Farhat, kasus aktif itu nanti akan jadi potensi terkonfirmasi. Sebagai langkah antisipasi, dia telah meminta mereka untuk isolasi mandiri. Meski begitu, angka bed occupancy ratio (BOR) atau ketersediaan tempat tidur di rumah sakit masih di bawah angka 30 persen dari total 150 tempat tidur yang tersedia.

“Untuk pasien Covid-19 memang ada peningkatan, tetapi masih terkontrol, tidak semenakutkan varian delta, tetapi alangkah lebih baiknya kita tetap jaga diri dan ikuti protokol,” ucap dia.

Sedangkan menurut Kepala Dinkes Bangkalan Sudiyo, kondisi penyebaran Covid-19 di Bangkalan relatif aman. Sebab, hanya ada nongejala dan gejala ringan.

“Sementara ini yang kita lakukan sudah cukup baik. Sehingga bisa kita deteksi sebelum parah,” ujar pria dengan sapaan Yoyok itu.

Yoyok juga memaparkan bahwa efek tersebut juga disebabkan karena capaian vaksinasi. Sebab, untuk vaksin dosis 1 sudah mencapai 72 persen dan vaksin dua sudah hampir 40 persen.

“Ini juga karena capaian vaksin kami, jadi bisa kita minimalisir dampaknya,”jelas Yoyok.

Reporter: Helmi Yahya

Redaktur: Wawan A. Husna

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.