Kasus Baru Covid-19 di Bangkalan Belum Terdeteksi

(KM/FATHURROHMAN) PEMANTAUAN: Dinas Kesehatan (Dinkes) Bangkalan menyediakan pos pelayanan bagi pemudik.

KABARMADURA.ID | BANGKALAN -Setelah dua tahun mudik lebaran ditiadakan lantaran pandemi Covid-19, akhirnya pemerintah memperbolehkan Pekerja Migran Indonesia (PMI) mudik ke kampung halamannya.  Meski banyak pekerja berdatangan tidak ada gelombang Covid-19 yang terjadi. Hal tersebut diungkapkan Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Bangkalan, Sudiyono, Senin (9/5/2022).

Meski demikian, kewaspadaan terhadap gelombang Covid-19 dari pemudik memang selalu dipantau. Sedangkan hingga saat ini belum ada laporan dari seluruh puskesmas perihal adanya warga yang terpapar virus tersebut.

“Alhamdulillah meski banyak pemudik yang berdatangan tidak ada kasus baru yang muncul, tetapi kami waspada, khawatir H+7 masih ada yang terpapar. Karena biasanya tujuh hari setelah arus mudik baru bisa diketahui,” ujarnya.

Bacaan Lainnya

Menurutnya, secara umum kasus Covid-19 di Bangkalan saat ini bisa dikatakan sudah tidak ada. Sebab kasus aktif beberapa bulan yang lalu sudah sembuh. Tak hanya itu, tingkat kesadaran masyarakat dalam melakukan vaksinasi juga mulai meningkat. Sehingga kekebalan tubuh mulai terjaga.

“Saat ini sudah tidak ada pasien Covid-19 yang masih aktif, beberapa waktu lalu itu sudah sembuh. Sistem kekebalan tubuh masyarakat sudah terbentuk, semoga saja tidak ada lagi gelombang baru,” harapnya.

Hal senada disampaikan Bupati Bangkalan, R. Abdul Latif Amin Imron. Menurutnya, meski banyak pemudik yang berdatangan tidak berpengaruh pada kasus positif Covid-19. Bahkan kasus yang ada sudah berangsur menurun.

Herd immunity sudah mulai terbentuk, masyarakat sudah banyak yang melakukan vaksin. Mudah-mudahan tidak ada lagi varian baru, masyarakat sudah mulai lelah dan ingin kembali beraktivitas seperti sediakala,” paparnya.

Reporter: Fathorrahman

Redaktur: Totok Iswanto

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.