Kasus Beras Oplosan, Berkas Sudah Lengkap untuk Disetorkan ke Kejari.

  • Whatsapp
(FOTO: KM/IMAM MAHDI) SELESAI: Hasil tes laboratorium sudah lengkap dan segera akan dilakukan disetorkan pada penyidik.

Kabarmadura.id/Sumenep-Kasus beras oplosan dengan tersangka Latifa (43) sudah dinyatakan lengkap. Kasat Reskrim Polres Sumenep AKP Dhany Rahadian Basuki melalui KBO Reskrim M. N. Azis Mubin mengatakan, saat ini akan melakukan pengiriman berkas yang sempat dikembalikan oleh Kejaksaan Negeri (Kejari) Sumenep. Saat ini berkasnya sudah dilengakapi.

“Insyaallah besok sudah akan dikirimkan kembali pada Jaksa Penuntut Umum (JPU),” katanya, Rabu (22/7/2020).

Bacaan Lainnya

Setelah dikirimkan kembali, maka jaksa memiliki waktu untuk melakukan penelitian kembali berkas yang dikirim oleh penyidik apakah berkas dinyatakan lengkap atau P21.

“Jika tidak lengkap maka akan dikembalikan atau P18/P19 dan nantinya penyidik akan melakukan penyempurnaan lagi sehingga berkas tersebut dapat terkirim kembali,” ujarnya.

Uji Laboratorium sudah dilakukan dan hal tersebut juga akan dimasukkan dalam berkas. Sehingga, nantinya akan dilakukan penyerahan berkas pada Kejaksaan Negeri.

“Surat pengantar sudah ada tinggal penyerahannya, Insyaallah besok sudah dilakukan,” paparnya.

Dijelaskan, tersangka berpotensi dijerat dengan penerapan Pasal 62 ayat (1) UU nomor 8 tahun 1999 tentang perlindungan konsumen, Pasal 139 UU nomor 18 tahun 2012 tentang pangan dan Pasal 106 UU 7 2014 tentang perdagangan

Diketahui, Polres telah menetapkan Latifa (43) sebagai tersangka sekaligus sebagai pemilik Gudang Yudhatama Art. Selain itu, Latifa megajukan praperadilan saat dirinya masih berstatus tersangka. Akan tetapi, upaya tersangka Latifa ditolak oleh Majelis Hakim Pengadilan Negeri (PN) Sumenep sehingga penetapan status tersangka sah demi hukum.

Tersangka sempat ditahan selama kurang lebih dua bulan karena ada berkas yang tidak lengkap maka dikeluarkan dari tahanan kembali. Sehingga, saat ini masih proses uji laboratorium kemabali.

“Tersangka saat ini tidak dilakukan penahanan. Sebab, berkas perkara belum dinyatakan lengkap atau P21 hingga masa tahanan berakhir,” paparnya.

Berdasarkan hasil pengembangan Korps Bhayangkara, kasus beras oplosan di Gudang UD Yudatama Art hanya difokuskan pada satu tersangka yakni, Latifa.

Sebelumnya, Kasat Reskrim Polres Sumenep AKP Dhany Rahadian Basuki mengatakan, hasil pemeriksaan beras di laboratorium sebenarnya sudah keluar. Namun, khusus untuk Undang-Undang Perlindungan Konsumen dan Perdagangan. Sementara, Kejari Sumenep masih butuh saksi tambahan dan uji laboratorium pangan untuk melengkapi bukti kasus beras oplosan tersebut.

“Makanya, proses terus berjalan,” tukasnya.

Dalam waktu dekat, pihaknyan akan koordinasi lagi dengan kejaksaan apakah ada lagi yang mau ditambah atau tidak mengenai dokumen dan bukti-bukti “Menunggu sajalah mas,” tuturnya.

Sementara itu, Kasi Pidum Kejaksaan Negeri Sumenep Benny mengatakan, dirinya masih belum menerima berkas dari penyidik. Jika sudah ada berkas menurutnya akan diproses sesuai aturan yang berlaku.

“Kasus beras oplosan dari penyidik berkasnya sudah dikemabalikan, sebab, tidak lengkap,” punkasnya (imd/pai)

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *