Kasus Beras Oplosan di Sumenep Tunggu Putusan

  • Whatsapp
(FOTO: KM/IMAM MAHDI) MENUNGGU: Terdakwah Latifa (baju hijau) terlihat di ruang tunggu persidangan di Pengadilan Negeri (PN) Sumenep untuk mengikuti persidangan replik dan duplik kemarin, Senin (04/01/2021)

KABARMADURA.ID, SUMENEP -Setelah melakukan beberapa tahapan kasus beras oplosan terdakwa Latifa sudah memasuki tahap penghujung. Pasalnya, kasus tersebut tinggal menunggu sidang putusan. Sejumlah saksi maupun sejumlah tahapan sudah digelar.

Humas PN Sumenep Muhammad Arief Fatony mengatakan, dari beberapa tahapan persidangan saat ini sudah dilakukan. Bahkan, pledoi, replik dan duplik sudah digelar. “Saat ini tinggal menunggu sidang selanjutnya. Yakni, sidang tentang putusan,” katanya, Senin (04/01/2021).

Bacaan Lainnya

Dia mengatakan, replik merupakan respon penggugat atas jawaban tergugat dan duplik atau jawaban tergugat atas replik dari penggugat. Selanjutnya, putusan adalah produk dari pemeriksaan perkara yang dilakukan oleh hakim nantinya. “Insya Allah putusan akan dilakukan Kamis mendatang,” paparnya.

Dalam putusan nantinya, dirinya tinggal merangkum, apakah sependapat dengan jaksa atau sependapat dengan penasehat hukum terdakwa. “Intinya, tinggal menunggu putusan ya,” tegasnya.

Jaksa Penuntut Umum sekaligus Kasubsi Teknologi Informasi Produksi Intelijen dan Penerangan Hukum Kejari Sumenep Annisa Novita Sari mengatakan, tahapan persidangan sudah dilakukan, tinggal bagaimana putusan dari hakim yang nantinya akan diagendakan kembali.

“Kasus beras oplosan yang menimpa pada saudari Latifa tinggal putusan,” ujarnya.

Penasehat Hukum Terdakwa Kamarullah mengatakan, semua yang tertuang dalam dakwaan dan tuntutan JPU berbading terbalik atas apa yang terungkap di persidangan. Bahkan, saksi ahli yang dihadirkan oleh pihak JPU keterangannya membenarkan segala apa yang disampaikan oleh terdakwa. Sebab, terdakwa izinnya lengkap

“Terdakwa tidak dalam hal memproduksi. Tetapi, dia pedagang biasa,” ucapnya.

Terdakwa Latifa bersikukuh tidak bersalah. Sebab, undang-undang yang diberlakukan pada dirinya tidak sesuai dengan kenyataannya. Sebab, selama ini tidak ada korban atau tidak ada pihak yang dirugikan. “Pelapornya juga tidak jelas dan malah jaksa menghadirkan saksi,” paparnya.

Jauh sebelumnya, Kasubbag Humas Polres Sumenep AKP Widiarti mengatakan, tersangka berpotensi dijerat dengan penerapan Pasal 62 ayat (1) UU nomor 8 tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen, Pasal 139 UU nomor 18 tahun 2012 tentang Pangan dan Pasal 106 UU 7 2014 tentang Perdagangan.

Polres juga telah menetapkan Latifa (43) sebagai tersangka sekaligus sebagai pemilik Gudang Yudhatama Art. Tepatnya, di Desa Pamolokan Sumenep. Selain itu, Latifa mengajukan praperadilan saat dirinya masih berstatus tersangka. Akan tetapi, upaya tersangka Latifa ditolak oleh Majelis Hakim Pengadilan Negeri (PN) Sumenep sehingga penetapan status tersangka sah demi hukum.

“Berdasarkan hasil fakta penyidikan, beras oplosan tersebut diperoleh dari kemasan bulog dari Sidoarjo kemudian dilakukan pencampuran dengan beras lokal atau petani,” pungkasnya. (imd/mam)

 

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *